Saturday, 24 September 2016 22:21

Program Pendidikan Pro Rakyat Dipertahankan

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi, berjanji akan tetap mempertahankan mutu, dan kualitas pendidikan. Di sisi lain, karena anggaran pendidikan dari pusat dikurangi sekitar 5 triliun rupiah, maka mendikbud akan mengurangi, beberapa pos belanja rutin Kemendikbud, serta program pendidikan, yang kurang prioritas.

Published in Warta Video

Jakarta - Mayoritas peserta Ujian Nasional Perbaikan (UNP) masih belum berhasil memperbaiki nilai, atau tidak berhasil memperoleh nilai di atas rata-rata 55. Hal ini diketahui dari hasil UNP yang diumumkan hari ini, Sabtu, 17 September 2016.

 

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam menjelaskan, total terdapat 5 ribu-an peserta yang mengikuti UNP 2016 ini. Peserta UN Perbaikan terbanyak adalah lulusan SMA dengan jumlah 30.621 orang, kemudian SMK berjumlah 19.769 peserta, dan Pendidikan Kesetaraan Paket C 19 peserta.

 

Namun hanya 32 persen atau 9.821 peserta SMA memperoleh hasil nilai di atas rata-rata. Sementarapeserta SMK yang nilainya di atas rata-rata hanya 23% (4.309), dan peserta ujian Paket C 53 persen (10 peserta).

 

"Meskipun belum memuaskan, hasil tersebut jauh lebih baik dibanding UNP sebelumnya dimana hanya 17% peserta yg capaiannya melampaui standar," ujarnya di Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

 

Pengumuman hasil UNP dapat diketahui secara online (daring) atau melalui sekolah-sekolah tempat penyelenggaran UNP.

 

Peserta UNP menempuh ujian antara 1-6 mata pelajaran, yang capaian nilanya saat UN sebelumnya kurang dari 55. UNP memang tidak diwajibkan, namun disediakan bagi siswa lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin memperbaiki capaian nilainya.

Nizam menuturkan, peserta yang mengikuti UNP membutuhkan nilai perbaikan karena adanya keinginan untuk mencapai persyaratan untuk masuk le Akademi Militer, Akademi Polisi, maupun perguruan tinggi.

Published in Warta Pendidikan

Tabalong - Sejak melakoni profesi guru pada 2011 lalu, Zainatir mengajar di SDN Waling 2, Desa Waling Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Jarak desa ini dari pusat kabupaten sekitar 45 menit perjalanan bersepeda motor. SD itu hanyalah sekolah kecil yang jumlah muridnya 44 orang.
Guru yang mengajar di  sekolah berjumlah 13 orang, sudah termasuk kepala sekolah. Zainatir adalah guru kelas V. Kelasnya hanya berisi sembilan murid.
"Rasanya berat. Saya bakal rindu. Terutama para pengajarnya, kami sudah seperti keluarga. Tak ada dusta diantara kami," ujarnya.


Zainatir duduk di ruang dewan guru yang sempit dan sederhana. Ruangan itu tak ada komputer, proyektor, apalagi televisi layar datar.
Ruangan itu hanya berisi meja kayu, kursi plastik, dan papan pengumuman berisi daftar nama guru.
Ditemani teh panas dan tempe goreng dia mengawali cerita seperti apa kronologi dia bisa dikirim untuk mengajar ke Kuala Lumpur, Malaysia.


Zainatir yang selama ini guru dari SD terpencil ini tidak pernah menyangka sendiri bisa mengalahkan dua ribu guru terbaik se-Indonesia.
Bulan Mei silam dia mengikuti seleksi proses pengiriman guru untuk mengajar di luar negeri. Tes yang diikuti pun  cukup menguras energi.
Alhasil pada tahap pertama dia bisa terpilih untuk seleksi selanjutnya. Tes tahap awal itu hanya menyisakan 104 guru. Nama Zainitir masuk salah satunya.
Lantas dia mengikuti tes pada tahap kedua di Jakarta pada Agustus lalu.  Di tes kedua ini Zainatir juga dinyatakan lolos bersama tiga guru lainnya.
Satu guru berasal dari Jawa Barat, seorang lagi dari Sumatera Barat, ditambah dari Sulawesi Selatan, dan Zainatir dari Kalimantan Selatan.
Keempatnya diberi kesempatan oleh Kemendikbud untuk mengajar di luar negeri. Dua guru dikirim ke Jeddah, seorang guru ke Riyadh, dan Zainatir ke Kuala Lumpur.


"Awalnya suami yang lihat pengumuman seleksi itu di situs Kemendikbud. Dia pengen betul ikut, tapi kurang syarat administrasi. Dia lalu pinta saya mencoba," kisah wanita kelahiran Pasar Panas, Tabalong ini.
Dikatakannya tes dianggapnya cukup berat. Seluruh peserta dituntut harus bisa menulis dan berbicara dalam Bahasa Inggris. Di depan juri, satu demi satu peserta diminta memeragakan caranya mengajar.
"Pak Hakim bilang saya pasti menang. Saya orangnya realistis, melihat saingan sebanyak itu rasanya mustahil," aku ibu satu anak ini.  Marzuki Hakim adalah Kepala Dinas Pendidikan Tabalong.


Lantas, apa rahasia di balik keberhasilan Zainatir?
Ramadan lalu, ternyata ia meminta didoakan oleh sang ibu pada malam Lailatul Qadar. Malam-malam dengan hitungan ganjil pada 10 hari terakhir bulan puasa.
"Kalau berdoa sendiri makbulnya lambat, tapi doa seorang ibu setaraf doa para wali," jawab guru 30 tahun itu.
Sekarang, Zainatir sedang menyiapkan keberangkatan ke Kuala Lumpur. Kontrak awal tiga tahun mengajar, dimulai dari Januari tahun depan.
"Sekarang asik browsing, baca-baca di internet, bagaimana sih budaya orang di sana," ujarnya.
Kini dia juga mempersiapkan diri untuk menjalani hubungan jarak jauh dengan suami dan anak-anak. Sebab, Zainatir tak bisa langsung memboyong sang suami ke Malaysia. "Bagaimana rasanya LDR-an? Wah, saya jadi blank!" ujarnya

 

Sumber : http://www.jawapos.com

Published in Potret Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud ---  Pendaftaran dan pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP) diperpanjang hingga 30 September 2016. Sebelumnya, 31 Agustus 2016 menjadi batas waktu pendaftaran dan pendataan KIP di data pokok pendidikan (Dapodik). Perpanjangan waktu pendaftaran KIP di Dapodik tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, tentang Percepatan Penyaluran KIP dan Penerimaan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Pelajaran 2016/2017.

Kemendikbud memperpanjang batas waktu pendaftaran KIP setelah melakukan evaluasi mengenai penyaluran KIP tahun ini. Dalam Surat Edaran bernomor 19/D/SE/2016 tersebut dijelaskan, ada dua hasil evaluasi yang menjadi landasan perpanjangan waktu pendaftaran KIP. Pertama, hingga batas waktu 31 Agustus 2016 lalu, data KIP yang masuk dalam Dapodik baru mencapai 40 persen. Kedua, dari hasil pemantauan Kemendikbud, ditemukan sejumlah KIP yang masih tertahan di kantor desa/kelurahan dan belum disalurkan kepada anak usia sekolah di wilayahnya.

Surat Edaran tertanggal 1 September 2016 itu ditujukan kepada kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota; kepala sekolah SD, SMP, SLB/PKLK, SMA dan SMK; dan operator Dapodikdasmen di seluruh Indonesia. Ada tiga hal yang disampaikan dalam Surat Edaran itu.

Pertama, kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota diminta untuk memfasilitasi percepatan penyaluran KIP yang masih tertahan di kantor desa/kelurahan kepada anak usia sekolah yang berhak menerima di wilayah tersebut, bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

Kedua, kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota hendaknya mendorong sekolah untuk mengidentifikasi siswa yang menerima KIP dan segera mendaftarkan ke aplikasi Dapodik agar dana PIP tahun 2016 dapat segera disalurkan. Pendaftaran KIP dalam aplikasi Dapodik dapat dilakukan sampai dengan akhir Desember 2016. Namun, untuk keperluan pencairan dana PIP Tahun 2016, pendaftaran KIP harus dapat diselesaikan paling lambat tanggal 30 September 2016.

Ketiga, kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota memfasilitasi sekolah dengan pihak bank penyalur (BRI untuk SD, SMP, SMK; dan BNI untuk SMA), agar para siswa yang sudah ditetapkan sebagai penerima dana PIP tahun 2016 oleh Kemendikbud dapat segera mencairkannya di bank yang sudah ditetapkan.

Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program bantuan uang tunai bagi anak usia sekolah dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau yang memenuhi kriteria sebagai anak dari keluarga tidak mampu. Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah kartu yang diberikan kepada anak yang berusia 6-21 tahun dari keluarga pemegang KKS, sebagai identitas untuk mendapatkan PIP. Bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada pemegang KIP berbeda-beda untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD/MI/sederajat sebesar Rp.225.000/semester (Rp450.000 per tahun), tingkat SMP/MTs/sederajat Rp.375.000/semester (Rp750.000 per tahun), dan tingkat SMA/SMK/MA/sederajat sebesar Rp.500.000/semester (Rp1.000.000 per tahun) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014.

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun ini akan mengirimkan 3.000 sarjana pendidikan untuk mengajar di 56 kabupaten di Indonesia. Para sarjana pendidikan itu merupakan peserta program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) tahun 2016, yang telah lulus semua tahap seleksi sebagai calon guru program SM-3T.
 
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, pelaksanaan SM-3T sudah berjalan selama lima tahun di bawah Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud saat itu, dan di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Tahun ini yang merupakan tahun ke-6 pelaksanaan SM-3T, pengelolaannya berada di bawah Ditjen GTK Kemendikbud.
 
“Dalam pelaksanaannya, SM-3T melibatkan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari 12 perguruan tinggi negeri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, serta perwakilan pemerintah kabupaten (dinas pendidikan) yang menjadi lokasi sasaran SM-3T,” ,” ujar Pranata dalam acara Koordinasi Penetapan Penempatan Calon Peserta SM-3T di Jakarta, Kamis (25/8/2016).
 
Ia mengatakan, SM-3T juga menjadi wadah bagi calon guru untuk program Guru Garis Depan (GGD). Setelah mengikuti SM-3T selama setahun di sebuah daerah, para lulusan SM-3T akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), kemudian mendapat kesempatan untuk diprioritaskan dalam seleksi program GGD.
 
“Sehingga ketika guru garis depan itu sudah ditempatkan sebagai guru PNS di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), mereka bisa bertahan karena sudah punya pengalaman mengajar di program SM-3T selama satu tahun,” katanya.
 

Angkatan ke-6 program SM-3T akan dilepas ke daerah sasaran pada 1 September 2016. Pelepasannya secara simbolis akan dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2016 secara telekonferensi. Pada tanggal 24 s.d 26 Agustus 2016 Kemendikbud menggelar Koordinasi Penetapan Penempatan Calon Peserta SM-3T untuk membuat sinergi semua pihak yang terkait dalam SM-3T tahun 2016.

 

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Patahkan stigma ganti menteri, ganti pula kurikulum. Mendikbud pastikan implementasi Kurikulum 2013 tetap berjalan di bawah pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Published in Warta Video

Jakarta - Menjelang UKG 2015, Menteri Anies Baswedan berpesan bahwa untuk bisa menjadi bangsa yang hebat kita harus menjadi bangsa pembelajaran. Dan setiap komponen di bangsa ini harus terus menerus belajar dan pada proses belajar tersebut kita di harapkan selalu bercermin untuk melihat apa yang kurang dari dalam diri kita.

Published in Warta Video
Saturday, 03 October 2015 00:00

Rakor Persiapan UKG Online 2015

Pontianak - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) pada bulan November 2015. Uji Kompetensi Guru (UKG) akan dilaksanakan secara Online dan wajib diikuti semua guru yang telah bersertifikasi dan  yang telah memenuhi syarat untuk sertifikasi.

 

Untuk Pelaksanaan UKG Online Provinsi Kalimantan Barat tahun ini dilaksanakan oleh P4TK BMTI Bandung selaku UPT dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.  LPMP Provinsi Kalimantan Barat pada pelaksanaan UKG Online ini menjadi mitra P4TK BMTI Bandung selaku penyelenggara, dimana  LPMP Provinsi Kalimantan Barat mengkoordinir teknis pelaksanaan UKG Online di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan 78 TUK yang  tersebar di 14 kabupaten/kota. Agar seluruh instansi yang terlibat dalam pelaksanaan UKG memiliki pemahaman yang sama tentang mekanisme pelaksanaan UKG, maka diaksanakan Rakor Persiapan Uji Kompetensi Guru Online Provinsi Kalimantan Barat tahun 2015.

 

Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) ini diikuti Peserta yang terdiri dari unsur P4TK BMTI Bandung, Pejabat Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Operator Data Sertifikasi Kabupaten/Kota serta unsur dari LPMP Provinsi Kalimantan Barat sendiri. Kegiatan Rakor ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu dari tanggal 28 s.d 30 September 2015 bertempat di Hotel Gajah Mada Pontianak.

Published in Penjaminan Mutu
Jakarta - Pemerintah berencana akan menguji kompetensi terhadap seluruh guru pada akhir November tahun ini. Ujian ini dilakukan sebagai pemetaan terhadap kompetensi yang dimiliki guru. Ujian akan digelar di sebanyak 5.000 tempat uji kompetensi (TUK).

 

 

 

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata menyampaikan, selama ini pemerintah baru memiliki potret uji kompetensi guru (UKG) terhadap 1,6 juta guru. Dari jumlah tersebut, kata dia, hanya 192 orang yang kompetensinya di atas 90. "Akhir November akan menguji seluruh guru tanpa kecuali," katanya saat memberikan keterangan pers di Kemendikbud, Jakarta, Senin (7/10/2015).

 

 

Sumarna mengatakan, dengan ujian ini akan diketahui kemampuan guru. Bagi guru yang kompetensinya kurang, kata dia, akan diberikan pembekalan melalui pengembangan profesi berkelanjutan. "Tidak melulu tatap muka, tetapi bisa daring," katanya.

 

 

 

Guru-guru akan dikelompokkan sesuai kemampuannya mengacu pada hasil ujian tersebut. Mereka yang meraih skor tinggi cukup mengikuti pembekalan wajib selama 4-10 jam. Sementara yang meraih skor kurang akan lebih banyak jumlah jamnya.

 

Sumarna menyebutkan, saat ini rata-rata nilai UKG 4,7. Target renstra tahun ini, kata dia, rata-rata nilai UKG 5,5. "Nanti tahun 2019 rata-rata kompetensi guru 8,0," katanya.

 

 

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Sumarna, berbagai macam perlakuan dilakukan terhadap guru. Namun demikian, kata dia, peningkatan kompetensi guru bukan melulu tugas pemerintah, tetapi kewajiban individu guru juga ada. "Target kita adalah melakukan ujian terhadap mereka dan akan dilakukan peningkatan kompetensi," katanya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Penjaminan Mutu
Sunday, 06 September 2015 00:00

Puisi Kemerdekaan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Jakarta - Puisi Kemerdekaan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

Published in Warta Video