Pontianak - Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP Prov. Kalbar Tahun 2019 berlangsung pada tanggal 19-24 Agustus 2019 di Lapangan Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak.
GSI SMP Prov. Kalbar diikuti oleh 7 kabupaten di Provinsi  Kalimantan Barat meliputi Kab. Kubu Raya, Kab. Landak, Kab. Bengkayang, Kab. Sintang, Kab. Kapuas Hulu, Kab. Ketapang dan Kab. Sambas. Dalam pertandingan finalnya turut disaksikan oleh Bupati Sambas,  Bupati KKR dan Kepala LPMP Kalimantan Barat,  Pemenang dalam GSI SMP Provinsi  Kalimantan Barat adalah Juara Pertama Kab. Kubu Raya, Juara kedua Kab. Sambas, Juara ketiga Kab. Ketapang dan Juara keempat Kab. Kapuas Hulu. Penyerahan hadiah secara simbolis   Juara 1 oleh Bupati Sambas, juara 2 oleh Bupati KKR, juara 3 Kep. LPMP dan juara 4 oleh Ketua Asosiasi Propinsi PSSI Kalimantan Barat .

 

 

Published in Warta Pendidikan
Selasa, 13 Agustus 2019 07:25

Lomba Foto "Unggul Versi Kamu"

LOMBA FOTO "UNGGUL VERSI KAMU"

Mari ambil bagian dalam merayakan kemerdekaan Indonesia dengan menunjukkan "keunggulan" versi kamu. Kamu bisa menunjukkan kemahiran,  keahlian, kegemaran atau prestasi yang pernah kamu raih di berbagai bidang seperti akademik, seni, budaya, olahraga, religi, wirausaha, masak dan lain-lain.

Tema foto: "Unggul Versi Kamu”

Syarat peserta:

  1. Berlaku hanya bagi Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Berlaku hanya untuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan.


Ketentuan umum lomba:

  1. Foto harus milik sendiri dan dapat dipertanggungjawabkan;
  2. Foto diambil dengan menggunakan kamera digital/ponsel pintar;
  3. Foto belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam kompetisi foto lain;
  4. Foto yang diunggah boleh diedit hanya sebatas pencahayaan;
  5. Foto tidak boleh mengandung unsur komersil (merek dagang), SARA, pornografi, kekerasan, dan melecehkan seseorang atau kelompok tertentu;
  6. Pihak penyelenggara berhak menggunakan foto yang dilombakan untuk kepentingan promosi, namun hak cipta tetap pada pemilik foto;
  7. Keputusan penetapan pemenang tidak dapat diganggu gugat.


Tata cara lomba foto:

  1. Ikuti akun resmi instagram @kemdikbud.ri
  2. Unggah foto melalui akun instagram peserta (pribadi) dengan menyebut (mention) dan menandai (tag) akun instagram @kemdikbud.ri;
  3. Tulis keterangan (caption) yang menarik dan sesuai dengan foto yang diunggah;
  4. Sertakan tagar #UnggulVersiSaya, #Kuis74Dikbud, #SDMUnggul dan #IndonesiaMaju
  5. Daftarkan karya dengan mengisi formulir daring di tautan berikut: http://bit.ly/daftarfotounggulversikamu2019
  6. Batas akhir unggah foto 31 Agustus 2019, pukul 23.59 WIB.


Juara I, II, dan III berhak menerima uang tunai sebagai berikut:

  1. Juara 1: Rp3.000.000,- (Tiga juta rupiah)
  2. Juara 2: Rp2.000.000,- (Dua juta rupiah)
  3. Juara 3: Rp1.000.000,- (Satu juta rupiah)
  4. Ditambah 10 Finalis berhak mendapatkan bingkisan dari Kemendikbud
  • Pemenang akan diumumkan pada awal September 2019 di laman kemdikbud.go.id dan akun media sosial resmi Kemendikbud.
  • Pajak ditanggung oleh pemenang.
Published in Pengumuman

Jakarta, Kemendikbud – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kembali menyelenggarakan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional. Tahun ini, sebanyak 694 guru yang merupakan perwakilan dari 34 provinsi akan berkompetisi dan berbagi inovasi serta kreativitas mereka dalam pembelajaran.

 

Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional berlangsung mulai 13 sampai dengan 18 Agustus 2019, di beberapa lokasi di Jakarta. Ada 28 kategori penilaian yang diikuti oleh para peserta. Kesiapan Kemendikbud dalam penyelenggaraan Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal GTK, Supriano, dalam Taklimat Media di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin siang (12/8/2019).

 

Supriano menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para guru yang telah melahirkan inovasi dan menunjukkan kreativitas dalam pembelajaran. Selain itu, pemberian apresiasi terhadap guru sejalan dengan program pembangunan lima tahun ke depan yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia.

 

“Output peserta didik yang unggul ada peran serta guru di situ, karena mereka mendapat pelayanan pendidikan dan kompetensi sesuai kebutuhan,” ujar Supriano. Melalui pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi, guru didorong untuk menghasilkan berbagai praktik baik dalam pembelajaran yang mampu menghasilkan peserta didik yang unggul.

 

Sekretaris Direktorat Jenderal GTK, Muhammad Qudrat Wisnu Aji, menambahkan, selain mengikuti serangkaian penilaian, para guru juga akan mengikuti Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) pada 16 Agustus 2019. “Sebagian peserta juga nanti akan mengikuti upacara 17 Agustus di Istana Negara,” tutur Wisnu Aji.

 

Ke-694 orang peserta Pemilihan GTK ini tahun ini terdiri dari 111 guru PAUD, 113 guru pendidikan dasar, 163 guru pendidikan menengah, dan 307 tenaga kependidikan. Para peserta telah berhasil melalui seleksi bertahap mulai dari tingkat kabupaten/kota sampai dengan provinsi sehingga mampu menjadi wakil daerahnya pada ajang Pemilihan GTK Tahun 2019.

Published in Warta Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud --- Membaca dapat diibaratkan membuka jendela dunia karena dengan membaca akan memperluas wawasan seseorang. Karena itu, kebiasaan membaca buku harus dimulai sejak usia dini. Pengenalan membaca buku diharapkan dimulai dari lingkup keluarga. Di sinilah pentingnya kontribusi orang tua yaitu membacakan buku sebagai bentuk pengasuhan untuk mengoptimalkan kemampuan berkoordinasi dan berbahasa sejak dini.

Menyadari pentingnya hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Direktorat Bindikel, Ditjen PAUD Dikmas) kembali melaksanakan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku).

“Alhamdulillah kita dapat berkumpul pagi ini untuk merayakan bersama Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku. Ini mempunyai tujuan yang mulia yaitu melekatkan emosi bunda, ayah dan anak. Kelekatan emosi orang tua dan anak akan memungkinkan jiwa anak tumbuh dengan sempurna serta mengenalkan kecintaan terhadap buku,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD Dikmas), Harris Iskandar, saat membuka acara Gernas Baku di PAUD KM 0, kantor Kemendikbud, Jakarta, pada Sabtu pagi (27/7/2019).

“Kalau ini dibiasakan akan menjadi budaya dan menjadikan Indonesia lebih baik. Orang membaca buku adalah orang yang bahagia. Kalau ingin membahagiakan anak, bacakan saja buku. Saya optimis sudah mulai banyak yang mengenal Gernas Baku. Artinya mereka sudah mengerti pentingnya itu, dan kita mendukung itu semua,” ujar Dirjen Harris.

Ditemui awak media usai acara, Harris menjelaskan bahwa pengasuhan anak harus berada di bawah orangtua, bukannya orang lain. “Oleh karena itu, tidak boleh salah satu lepas apalagi diserahkan pada pengasuh, kepada orang lain. Ini harus orang tuanya langsung, baik ibunya maupun bapaknya. Kesempatan ini jangan disia-siakan karena anak umur 4 s.d.5 tahun, bahkan usia SD merupakan umur yang sangat baik sekali untuk menumbuh kembangkan karakter-karakter baik yang kita inginkan,” terang Harris.

Diungkapkan Harris, ketersediaan buku berkualitas juga tidak kalah penting. Kondisi geografis Indonesia kadang menyulitkan distribusi buku ke daerah terpencil. “Tadi saya juga sudah tanya orang tua, alhamdulillah untuk di daerah Jakarta mungkin tidak ada masalah, maka itu kami ingin berdialog dengan orang tua di NTB dan Papua untuk mengecek apakah mereka memiliki kendala dalam membeli buku? Kalau di Jakarta tidak masalah. Saya juga mengalami setiap minggu itu membawa anak dan cucu itu banyak sekali buku. Cuma kan belum tentu untuk di daerah luar Jawa ketersediaan buku-buku yang bagus itu banyak. Hal ini penting karena tidak semua buku bagus,” ungkap Harris.

Hal yang tidak kalah memprihatinkan, lanjut Harris, adalah kondisi di mana anak-anak sejak usia dini sudah kecanduan gawai. Oleh karena itu, dengan adanya gerakan ini, diharapkan dapat mengembalikan kesadaran orang tua mengenai bahaya gawai pada tumbuh kembang anak. “Jadi kita mulai membiasakan buku, nanti kita tidak 100% dimakan oleh gadget. Ini salah satu kampanye kami ke arah situ. Gadget itu efeknya jelek sekali terutama karena budayanya, ya ada efek dopamin, kecanduan ya, jadi anak akan lekat sekali dengan itu dan waktunya jadi terbuang percuma di layar. Padahal masa anak-anak itu untuk gerak motorik sangat penting. Pertumbuhan otot itu tidak akan berkembang sempurna kalau dia dari awal sudah dikenalkan gadget. Kedua, untuk kesehatan mata itu juga tidak bagus bagi anak. Banyak sekali dampak-dampak kesehatan selain yang saya sebutkan tadi dan juga secara psikologi tidak bagus, misalnya internet putih, ya internet khusus untuk anak tetap tidak semua orang tua mengikuti petunjuk dari kita. Kebanyakan mereka membebaskannya begitu saja, parental guide di dalam menu tidak pernah digunakan, tidak mau ribet orang tua itu, karena orang tuanya juga sudah kecanduan dengan gadgetnya,”kata Harris

Harris berharap agar orang tua mengendalikan dirinya ketika berada di dekat anak-anak, artinya tidak terus menerus menggunakan gawai agar tidak ditiru oleh anak. “Orang tua sudah kecanduan dan dia tidak mau diganggu, dan dikasih juga gadget ke anaknya, kan ini musibah bener. Ini yang saya kira kita semua harus sadar, ini bahaya. Kita seluruh masyarakat sadarkanlah semua orangtua ini marilah kita kembali membaca buku, coba kurangi kalau tidak bisa untuk tidak sama sekali, kita kurangi dalam waktu tertentu dan jangan menunjukan di depan anaknya. Dalam setiap kesempatan orangtua coba kendalikan diri, jadilah orangtua yang riil, bukan di depan anak kita pakai gadget. Anak itu akan mengikuti, anak itu adalah fotokopi yang paling baik mereka akan mereplikasi apa saja yang kita lakukan kalau kita stick dengan gadget mereka akan begitu juga,” ungkap Harris.

Dengan adanya Germas Baku, Kemendikbud mengajak warga masyarakat, para mitra yang memiliki jaringan sampai ke tingkat desa, bersama-sama menggerakkan semua anggotanya untuk mulai membiasakan ini sehingga bukan sekedar menjadi imbauan tetapi disertai dengan strategi penyebarannya. “Saya kira kami hanya semacam orkestra saja, saling menyemangati. Kenapa kita lakukan di hari yang sama serentak? Supaya semangat saja bahwa kita itu bukan sendiri tapi 230 ribu lembaga PAUD seluruh Indonesia. Syukur kalau seluruh keluarga Indonesia yang jumlahnya mencapai 42 juta itu sudah mendengar tentang Gernas Baku dan terinspirasi untuk ikuti kebiasaan baru di rumahnya, terutama keluarga muda,” pungkas Harris.

Rangkaian pelaksanaan Gernas Baku digelar sejak April 2019, dimulai dari pelaksanaan sosialisasi dan seminar. Selanjutnya, pada Mei 2019, para orang tua diajak untuk memberikan donasi buku dan menghadirkan pojok baca di rumah dan sekolah. Selain itu, juga diselenggarakan kelas parenting untuk orang tua di berbagai daerah.

Puncak acara Gernas Baku dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kemendikbud dan para mitra serta undangan. Anak-anak PAUD KM 0 beserta orang tua mereka juga turut memeriahkan acara ini. Dalam acara ini juga dilakukan konferensi jarak jauh (tele conference) serentak di 3 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Papua. Kegiatan ini diselenggarakan seiring dengan Festival Literasi Sekolah.

Published in Warta Pendidikan

Dalam rangka persiapan rilis Aplikasi Dapodikdasmen versi 2020, akan dilakukan pemeliharaan/maintenance pada server Dapodik. Untuk itu sinkronisasi menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e akan ditutup pada Rabu, 31 Juli 2019 pukul 23.59 WIB.

Sinkronisasi akan dibuka kembali setelah Aplikasi Dapodikdasmen versi 2020 dirilis dan akan diumumkan melalui laman ini (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id).

Published in Pengumuman

Kapuas Hulu/15/07/2019 - LPMP -  SMA Negeri 1 Jelai Hulu Kabupaten Ketapang, sekitar 441 km dari Pontianak arah perbatasan Provinsi Kalimantan Tengah mendapat kehormatan dikunjungi oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Provinsi Kalimantan Barat yaitu Jeperis Nahampun, S.Si, M.Pd dan Idham Azwar. Sekitar 50 km dari Tumbang Titi menuju Jelai Hulu jalannya hancur lebur ditempuh dengan waktu 2,5 jam.

Kedatangan asesor disambut oleh Kepala Sekolah dan guru-guru. Visitasi Akreditasi ini berlangsung selama 2 hari mulai hari Senin s/d Selasa ( 15 s.d. 16 Juli 2019). Visitasi diawali dengan adanya temu awal yang dilaksanakan di ruang Guru dihadiri oleh Tim Asesor, Kepala Sekolah dan Jajarannya. Dalam temu awal Kepala Sekolah menjelaskan profil SMA N 1 Jelai Hulu.

SMA Negeri 1 Jelai Hulu didirikan pada tahun 2005 sesuai SK Bupati Kabupaten Ketapang No. 564 Tahun 2005 dan lokasinya di Riam Kota Kec. Jelai Hulu Kabupaten Ketapang. SMA N Jelai Hulu telah dua kali diakreditasi dan tahap ini adalah akreditasi ke-3 kalinya. Nilai akreditasi terakhir tahun 2014 yang lalu dengan Akreditasi B. Meskipun sudah memasuki kali ke 3 proses penilaian Akreditasi, tetapi SMA Negeri 1 Jelai Hulu belum banyak berubah dari tahun ke tahun, terutama Standar Sarana dan Prasarana serta Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan.

Kepala SMA Negeri 1 Jelai Hulu, Thomas Didimus, M.MPd mengatakan “Akreditasi ini merupakan penilaian bagi SMA Negeri 1 Jelai Hulu sehingga apa yang sudah kami lakukan dan benahi semampu kami dapat kami teruskan dan lanjutkan dimana yang masih perlu ditingkatkan sesuai dengan harapan sekolah yang unggul, tetapi dengan kemampuan terbatas.” ungkapnya dalam sambutan.

Sementara itu, Idham Azwar sebagai ketua Tim Asesor didampingi anggota Jeperis Nahampun, S.Si, M.Pd menyampaikan dalam sambutannya “Akreditasi merupakan hal penting yang harus dilakukan pemerintah terhadap sekolah untuk menilai sehingga terlihat sejauh mana sekolah mencapai Standar Nasional Pendidikan seperti yang diharapkan. Di samping itu akreditasi juga tentunya meruapakan faktor yang nyata sejauh mana mutu pendidikan di sekolah tersebut, sehingga Pemerintah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk peningkatan mutu selanjutnya, paparnya.

Selama dua hari itu tim asesor bekerja memverifikasi data isian akreditasi dengan melihat bukti fisik serta observasi ke dokumen dan wawancara untuk 8 Standar Nasional pendidikan. Dalam kesempatan itu juga, kedua asesor menyambangi kelas untuk melihat kondisi proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Jelai Hulu pada dua kelas yang berbeda selama 2 x 45 menit.

Di akhir kegiatan, diadakan temu akhir dan dalam kesempatan itu Kepala Sekolah menyampaikan apa yang dinilai oleh tim asesor seperti itulah keadaan sebenarnya dan mengharapkan hasil yang diperoleh dapat lebih maksimal dan tim asesor mengatakan merasa senang situasi pelaksanaan visitasi berjalan dengan lancar karena tidak ada hambatan yang terjadi. Selanjutnya diadakan serah terima Berita Acara dan foto bersama. (Jep)

Published in Penjaminan Mutu

Yogyakarta/6/7/2019 -  Juara sejati tak tercipta dalam sehari. Butuh fokus yang tinggi dan konsistensi mewujudkan ini. Juara dihasilkan oleh perjuangan, pengorbanan dan ketekunanan.
.
Sang juara seperti hal nya atlet. Kalah bangkit lagi. Menang tak berpuas diri. Justru terus berusaha mencapai prestasi tertinggi.
.
Selamat kepada delegasi Kalimantan Barat dalam Olimpiade Sains Nasional Jenjang SMP 2019 atas prestasi yang diraih dengan perolehan 1 medali perak bidang studi IPS  dan 2 medali perunggu bidang studi  Matematika dan IPA.
.
Terimakasih kepada Felicia Ovelia Kurniawan siswi SMPK Immanuel Pontianak untuk perolehan medali Perak bidang studi IPS, Giodanno Limin siswa SMP Bina Mulya Pontianak untuk perolehan medali Perunggu bidang studi  IPA dan Daffa Rayhan Ananda siswa SMP Muhamadiyah 1 Pontianak untuk perolehan medali Perunggu bidang studi Matematika.
.
Sungguh prestasi ini juga merupakan kebanggaan bagi kami karena siswa-siswi ini adalah murid sekolah binaan @lpmpkalbar.
.
Kami menghargai setiap proses pembelajaran yang telah dilakukan. Namun kami juga perlu selalu meningkatkan, pendampingan dan menjaga mutu untuk bisa lebih baik di tahun depan.
.
Terus berprestasi. Tetaplah menginspirasi.

 

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, UPT Kemendikbud RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan IKAPI mengadakan kegiatan akbar yakni Gebyar Hardiknas 2019 dengan tema “Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan”.  Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Kemendikbud RI melalui Satker di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat.  LPMP Kalbar pada kegiatan ini turut andil dalam pelaksanaan Pameran, Duta Rumah Belajar, Bincang Publik, dan Bedah Buku yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan. 

Pembukaan Gebyar Hardiknas Tahun 2019 ini dihadiri oleh seluruh UPT Kemendikbud RI diantaranya LPMP Kalbar, Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Balai Bahasa, dan BP-PAUD Dikmas.  Sementara itu Mendikbud pada acara pembukaan di walkili oleh Ir. Ananto Kusuma Seta, P.Hd yang merupakan Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI.  Gebyar Hardiknas 2019 ini dilaksanakan di halaman BPNB Kalbar mulai tanggal 20 – 24 April 2019 dengan berbagai perlombaan diantaranya Lomba Pidato, Lomba Berbalas Pantun, Lomba Tundang, Lomba Mewarnai jenjang PAUD/TK dan Lomba Tari Jepin.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh komponen yang terlibat dalam pelaksanaan Gebyar Hardiknas 2019 ini, dalam waktu yang singkat seluruh UPT Kemendikbud RI di provinsi Kalbar ini mampu dilaksanakan dengan luar biasa.” Ucap Ir. Ananto Kusuma Seta dalam wawancaranya.  Staf ahli kemendikbud ini juga menyatakan bahwa kegiatan ini memang dilaksanakan sebagai agenda rutin dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional.

Pembukaan Gebyar Hardiknas 2019 ini dimeriahkan oleh atraksi Drumb Band oleh siswa-siswi SMP Al-Azhar Pontianak yang dilanjutkan dengan Tari Jepin Massal dari beberapa sekolah.  Sementara pada hari minggu (21/04/2019) dilaksanakan Pawai Literasi yang berlangsung mulai dari BPNB menuju Balai Bahasa Kalbar, lomba pidato, dan persembahan tarian kombinasi tiga etnis yakni Melayu, Dayak, Tionghoa.

Harapan besar semoga pelaksanaan Gebyar Hardiknas pada tahun-tahun berikutmya akan lebih baik dan lebih meriah lagi.  Hal ini mengingat bahwa selain mempererat hubungan antara seluruh UPT Kemendikbud di Kalimantan Barat juga meningkatkan hubungan yang harmonis dengan pihak Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat. (Irfan)

 

 

 

 

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat siap menuju instansi/ lembaga ZI-WBK (Zona Integitras – Wilayah Bebas Korupsi). Tak mudah menjadi lembaga yang demikian. Banyak aspek menjadi penilaian. Nilai-nilai integritas, kepemimpinan, manajemen, tata nilai, karakter menjadi pertaruhan. Tak hanya bagi pimpinan namun juga untuk seluruh karyawan.

Soliditas perlu dijaga. Komitmen perlu dibangun. Kekompakan perlu pembuktian. “Bersama Kita Bisa” akhirnya dipilih sebagai slogan lembaga. Slogan yang tak cukup hanya diingat dan diucapkan. Slogan ini adalah semangat lembaga menuju ZI-WBK.

Tidak seperti kegiatan yang telah dilaksanakan di tahun sebelumnya yang lebih banyak game dan permainan kelompok, kegiatan capacity building tahun ini berbeda. Di kegiatan ini seluruh sumberdaya bekerja keras dan bekerja cerdas dalam membuat sebuah  produk kreatif yang nyata. Bukti nyata berupa karya. Karya kolaborasi semua sumberdaya yang dipunya. Pimpinan dan karyawan berbaur menjadi satu. Menyayikan lagu sebagai Theme song LPMP Kalimantan Barat menuju WBK dengan seru.

Lirik dalam Theme song dibuat sebagai penyemangat. Dalam liriknya mengemukakan nilai pendidikan tentang 8 standar. Tak hanya dihafal, seluruh sumberdaya harus siap mental dan bersemangat menyukseskan.

Seluruh sumberdaya dikerahkan. Theme song,  operator video, editor video, perekam video, koreografer dan sutradaranya adalah karyawan LPMP Kalimantan Barat. Kegiatan ini adalah kebanggaan. Kebanggan atas partisipasi, inisiasi dan aksi yang menginspirasi. Setidaknya kami bisa mempunyai karya asli sebagai penyemangat untuk meraih mimpi yaitu lembaga yang mampu menjadi Zona Integritas - Wilayah Bebas Korupsi.

Kegiatan  Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, 5 – 7 April 2019 di Kahyangan Resort, kabupaten Bengkayang. Konsep luar ruang dan pantai menjadi latar belakang pengambilan gambar. Perpaduan gerak, tari, seni dan olahraga ditonjolkan sebagai koreografi.

Output kegiatan ini adalah video klip Theme song  LPMP Kalimantan Barat menuju WBK. Mohon bersabar karena sampai berita ini diturunkan hasil akhir video sedang dalam tahap pengeditan. Pada saatnya nanti kami berjanji akan menanyangkan secara resmi.

Tetap semangat, tetaplah menginspirasi (Kim) video

Published in LPMP Inside

Pontianak - Kegiatan penjaminan mutu pendidikan merupakan salah satu agenda utama yang akan dilakukan oleh LPMP Kalimantan Barat pada tahun 2109.  Atas dasar tersebut, LPMP Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak tanggal 28-30 Maret 2019.

Kepala LPMP Kalbar Drs. Aristo Rahadi, M.Pd dalam kata sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena pada tahun 2018 progress pengiriman Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) Kalimantan Barat berada pada posisi ke tujuh terendah se-Indonesia.  Untuk itu koordinasi dan sosialisasi kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota dilaksanakan dalam upaya meningkatkan progress pengiriman PMP agar lebih baik lagi.  “Target kita progress PMP tahun 2019 harus mencapai setidaknya di angka 95%, bila perlu urutan 10 besar se-Indonesia” ujar Kepala LPMP Kalbar.

Kegiatan yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta pejabat yang terlibat dalam PMP ini juga membahas tentang kesiapan dalam menghadapi beberapa agenda diantaranya PPDB dengan sistem zonasi, Gala Siswa Indonesia, dan gebyar Hari Pendidikan Nasional 2019.  Hasil akhir dari kegiatan ini adalah terwujudnya komitmen bersama dalam menyukseskan kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019. (Irfan)

 

Published in Penjaminan Mutu
Halaman 1 dari 3