Displaying items by tag: kemdikbud

Monday, 04 June 2018 14:34

Rencana Kerja Tahunan 2018

Published in Dokumen RB
Monday, 04 June 2018 14:03

Dokumen Aplikasi Pemantauan Online

Published in Dokumen RB
Monday, 04 June 2018 13:56

Dokumen B19 Tahun 2018

Published in Dokumen RB
Saturday, 02 June 2018 15:51

RENSTRA 2015-2019 REVISI 1

 

'

Published in Dokumen
Tuesday, 04 April 2017 10:38

LAKIP 2016

Published in Dokumen
Sunday, 27 May 2018 11:35

LAKIP 2017

Published in Dokumen

Pontianak - Peringatan Hardiknas Tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Barat dipusatkan di Rumah Radankng

Published in Warta Video

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meresmikan penggunaan Aplikasi Elektronic Learning Management System (eLMS) yang dikembangkan oleh Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI), Komite Telaah Sejawat, hari ini, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta. eLMS merupakan sarana yang dibentuk untuk membangun knowledge management system dengan metode pembelajaran yang baik dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Saya menyambut baik dengan adanya eLMS yang dikembangkan oleh AAIPI. Semoga aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membangun semangat belajar para auditor intern pemerintah,” demikian disampaikan Mendikbud pada peresmian penggunaan eLMS, sekaligus membuka Diskusi Umum Dewan Pengurus Nasional AAIPI, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (21/03/2018).

Mendikbud berharap, para auditor pada pengembangan profesinya dapat merujuk pada tiga hal, yakni berkeahlian (expert), memiliki tanggungjawab sosial, dan korporatif atau berkesejawatan. “Tiga hal tersebut yang harus bisa ditanamkan. Auditor harus expert atau ahli, dan bisa didapat dengan pendidikan yang membutuhkan waktu yang cukup lama dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, kemudian juga memiliki tanggunjawab sosial dengan mengabdikan karyanya, dan korporatif. Auditor penting untuk saling mengasah pengalaman. Disitulah tempat belajar orang profesional ketika bersama-sama saling bersinergi di dalam korps itu,” jelas Mendikbud.

Pada kesempatan ini Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Sumiyati, selaku Ketua AAIPI, mengatakan, dengan memanfaatkan era digital dalam mendorong semangat belajar para auditor dan menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, maka dibangunlah eLMS. “Dengan aplikasi ini diharapkan dapat membangun para auditor untuk terus bersemangat belajar, karena aplikasi tersebut akan menjadi sarana pembelajaran yang efisien, dan mudah diakses oleh seluruh anggota di seluruh Indonesia dimanapun dia berada,” tutur Sumiyati.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Inspektorat Jenderal Kemendikbud yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Diskusi Umum Dewan Pengurus Nasional AAIPI dan peluncuran eLMS. “Saya apresiasi dan berterima kasih kepada Itjen Kemendikbud. Pak Daryanto menjadi host yang baik menyediakan tempat untuk kita dapat bertemu. AAIPI ke depan bisa berfungsi sebagaimana harusnya suatu asosiasi profesi yang memberikan manfaat tidak hanya kepada anggotanya, namun juga memberikan manfaat untuk bangsa dan negara kita,” tutur Sumiyati.

KILAS TENTANG AAIPI

Dalam laporannya, Inspektur Jenderal Kemendikbud, Daryanto, mengatakan AAIPI adalah organisasi profesi yang beranggotakan perorangan dan unit kerja Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan. “AAIPI didirikan di Jakarta pada tanggal 30 November 2012 melalui rapat pleno pembentukan AAIPI dan sebagai Ketua Umum adalah Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan,” jelas Daryanto.

“AAIPI diperlukan dalam rangka meningkatkan profesionalisme auditor pemerintah, turut memberikan kontribusi dalam pembinaan jabatan fungsional dan untuk menyamakan persepsi terkait profesi auditor di bidang pengawasan intern pemerintah,” terang Daryanto. *


AAIPI terdiri dari empat komite, yaitu Komite Kode Etik, Komite Standar Audit, Komite Telaah Sejawat, dan Komite Pengembangan Profesi. “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertugas di Komite Telaah Sejawat,” jelas Daryanto.

Published in Teknologi Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud – Aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS) yang dimiliki Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi daya tarik bagi Perpustakaan Awam Melaka (Perpustam), Malaysia. Aplikasi perpustakaan itu digunakan Perpustakaan Kemendikbud dalam mengelola berbagai koleksi yang dimilikinya.

Berbagai penjelasan tentang aplikasi SLiMS tersebut diberikan oleh pustakawan Perpustakaan Kemendikbud kepada Perpustam dalam kunjungan ketiganya di Indonesia, Kamis (4/1/2018). Fitur-fitur aplikasi SLiMS, mulai dari aktifitas manajemen koleksi, keanggotaan, penelusuran katalog, manajemen terbitan berkala, dan lainnya dijelaskan secara terperinci dan mampu memikat Perpustam.

Selain itu, dalam kunjungannya, Perpustam juga memperoleh penjelasan berbagai fasilitas dan keunggulan Perpustakaan Kemendikbud. Misalnya, buku sekolah elektronik yang dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma oleh siswa, lokakarya daring (dalam jejaring) bagi pustakawan sekolah, dan lainnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso, menyambut baik kegiatan kunjungan Perpustam ke Indonesia khususnya Perpustakaan Kemendikbud. Perpustakaan Kemendikbud, kata dia, merupakan perpustakaan khusus di bidang kebijakan pendidikan dan kebudayaan yang saat ini fokus pada literasi sekolah.

“Kami merasa bahagia dan terhormat mendapatkan kunjungan dari Perpustakaan Awam Melaka Malaysia,” ujar Ari dalam sambutannya pada Kegiatan Kunjungan Perpustam ke Perpustakaan Kemendikbud tersebut.

Senada hal itu, Kepala Perpustam, Datuk Amirudin mengatakan, tujuan dari kegiatan kunjungan ini adalah untuk melihat perkembangan perpustakaan-perpustakaan di Indonesia. “Perpustakaan Kemendikbud (fasilitas-fasilitasnya,-) bisa diadopsi untuk diterapkan ke Perpustam,” tuturnya.

Published in Teknologi Pendidikan