Displaying items by tag: kemdikbud

Saturday, 24 August 2013 11:43

SIAP Online: Wujud Share Service Nasional

SIAP Online hadir memadukan beragam sistem dan aplikasi online yang dibutuhkan oleh sekolah, guru, siswa, dan orangtua/wali siswa dengan instan tidak merepotkan. SIAP Online mampu mengelola data dan informasi pendidikan dengan lebih cepat, mudah, akurat, terpadu dan berkesinambungan dari mulai tingkat sekolah, dinas pendidikan kota, kabupaten, propinsi hingga pusat (depdiknas).

Published in Warta Video

Paparan  Prof. DR. Syawal Gultom perihal analisis keterkaitan SKL-KI-KD dalam Kurikulum 2013

 

Published in Warta Video

Jakarta - Guru-guru yang bertugas di daerah khusus dan yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus tugasnya lebih berat dibandingkan dengan guru-guru yang lain. Di samping mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa, para guru di daerah khusus juga menjadi bagian dari katup pengaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Khususnya mereka yang bertugas di daerah perbatasan dan di pulau-pulau terluar Indonesia, di daerah terbelakang, serta masyarakat adat yang terpencil,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh pada acara silaturrahmi antara guru SD berdedikasi di daerah khusus dan guru pendidikan khusus berdedikasi Tingkat Nasional dengan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/8).

Mendikbud mengatakan, guru-guru pendidikan khusus di samping mendidik dan mencerdaskan bangsa bagi anak-anak berkebutuhan khusus, dengan segala keragamannya, dedikasi guru-guru Pendidikan Khusus menjadi keniscayaan, karena pendidikan adalah hak semua anak Indonesia, tanpa terkecuali.

“Bagi Guru Daerah Khusus dan Guru Pendidikan Khusus berdedikasi, silaturrahmi dengan Ibu Negara di Istana Presiden ini tidak ternilai harganya dan sangat mungkin hanya berlangsung satu kali selama karir dan pengabdian mereka sebagai guru,” kata Menteri Nuh.

Silahturahim ini, kata Mendikbud, merupakan acara yang utama dan luar biasa bagi bapak dan ibu guru karena dapat diterima di ruangan Istana oleh Ibu Negara. Oleh karena itu, lanjut Mendikbud, bagi guru SD yang bertugas di daerah khusus dan guru pendidikan khusus berdedikasi, kegiatan bersilarurrahmi dengan Ibu Negara tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. “Sangat membanggakan sekaligus membangun semangat untuk bekerja lebih baik,” katanya

Menurut Mendikbud, hanya guru-guru yang berdedikasi luar biasa dalam mendidik anak-anak bangsa yang bisa hadir di sini untuk bersilaturrahmi dengan Ibu di Istana.

Acara ini dihadiri oleh Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudoyono,  Herawati Boediono,  Ibu-Ibu Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatupara sesepuh Paguyuban Ria Pembangunan dan Pengurus Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesiadan jajarannya,  Direktur Utama JAMSOSTEK, perwakilan BRI Peduli Pendidikan, para donatur, dan para guru SD dari daerah khusus dan guru pendidikan khusus berdedikasi tingkat nasional.


Guru-guru yang bertugas di daerah khusus dan yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus tugasnya lebih berat dibandingkan dengan guru-guru yang lain. Di samping mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa, para guru di daerah khusus juga menjadi bagian dari katup pengaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Potret Pendidikan

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)  kembali  menyelenggarakan peringatan  HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di  Halaman Kantor Kementerian dan Kebudayaan Senayan, Jakarta hari ini Sabtu, 17 Agustus 2013. Upacara berlangsung penuh semangat, ceria dan berjalan hikmat.

Sekitar 1.000 orang peserta upacara terdiri dari pegawai Kemdikbud, Wakil Menteri Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, Wakil Menteri Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti pejabat eselon I, II, III, IV, satuan pengamanan Kemdikbud  mengikuti dengan saksama rangkaian upacara. Bertindak selaku pembina upacara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Upacara yang diawali dengan  pengibaran bendera merah putih, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, Penyematan Satyalencana Karya Satya kepada 133 pegawai yang terdiri dari 7 orang dengan masa kerja 10 tahun, 65 orang dengan masa kerja 20 tahun dan 61 orang dengan masa kerja 30 tahun, pembacaan doa  serta ditutup dengan memperdengarkan lagu-lagu perjuangan yang dibawakan oleh paduan suara Kemdikbud.

Salah seorang dari penerima Satya Lencana Karya Satya dengan masa kerja 20 tahun lebih, Kepala Biro Umum Mohammad Qudrat Wisnu Aji mengatakan merasa senang, bangga dan berterima kasih kepada Kemdikbud yang telah memberikan satya lencana ini. "Karena dengan penghargaan  ini jerih payah kita selama ini dihargai," ungkapnya.

Dalam sambutannya, Menteri Nuh mengajak para peserta upacara mengenang jasa para pahlawan kusuma bangsa  yang telah berjuang memerdekakan Indonesia dan memahami hakekat proklamasi kemerdekaan dan nilai-nilai yang di contohkan para pahlawan kemerdekaan. "Karena dengan tekad dan perjuangan mereka serta kehendak  Allah  SWT,  Tuhan  Yang  Maha Kuasa Indonesia merdeka,” ujar Menteri Nuh.

Menteri Nuh yang mengenakan kopiah dengan jas hitam itu mengatakan, setelah 68 tahun Indonesia merdeka, kita harus bersyukur karena banyak hasil kemajuan dan capaian yang telah diraih seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat dengan meningkatnya rata-rata lama sekolah; 7,93 thn (2010), 7, 94 thn (2011) dan 8,08 (2012) dan diharapkan pada tahun 2014 akan mencapai lebih dari 8,25 thn. Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang dimulai tahun 2013/1014, perluasan akses ke jenjang pendidikan tinggi dan kebijakan afirmasi seperti beasiswa Bidikmisi, untuk meningkatkan kualitas SDM yang lebih berkeadilan. Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk menyiapkan manusia indonesia yang kreatif, inovatif dan mampu berpikir orde tinggi katanya.

Namun, lanjut Menteri, kita harus tetap sadar dan lebih meningkatkan kemauan dan kemampuan kita karena  ke  depan  masih  banyak  persoalan dan  tantangan bahkan lebih kompleks yang harus kita selesaikan. “Dalam mewujudkan cita-cita proklamasi tersebut diperlukan sikap optimistis dan upaya kuat seluruh anak bangsa secara terpadu serta harus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Menteri Nuh.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Pemerintah Indonesia memprioritaskan enam program utama di tahun 2014 pada sektor pendidikan, dalam rangka mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM), sekaligus memanfaatkan bonus demografi dan momentum 100 tahun Indonesia merdeka. Keenam program tersebut yaitu Pendidikan Menengah Universal (PMU), Kurikulum 2013, peningkatan kualitas guru, rehabilitasi dan sarana prasarana, afirmasi daerah 3T, serta Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Bidikmisi.

Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (16/8) kemarin di depan sidang bersama DPR-RI dan DPD-RI di Gedung MPR/DPR RI Jakarta dalam rangka HUT ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI. Untuk mendukung program-program prioritas tersebut, menurut Presiden, anggaran pendidikan ditingkatkan 7,5%, dari Rp. 345,3 triliun tahun ini menjadi Rp. 371,2 triliun di tahun 2014. Namun angka tersebut masih dimungkinkan mengalami perubahan, karena masih bersifat rancangan undang-undang (RUU).

Program Prioritas

Program PMU yang secara resmi diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh tanggal 25 Juni 2013 yang lalu, diharapkan dapat mempercepat kenaikan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah. APK pendidikan menengah sampai tahun 2012 sebesar 78,9%. Dengan PMU, ditargetkan pada tahun 2020 APK pendidikan menengah dapat meningkat menjadi 97%. "Apabila tanpa program PMU, angka tersebut baru dicapai pada tahun 2040," kata Presiden pada kesempatan tersebut.

Sebagai konsekuensi logis atas dilaksanakannya kebijakan PMU ini, Pemerintah mulai tahun pelajaran 2013/2014 mulai menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan menengah. Nilai nominal BOS tersebut yaitu Rp. 1.000.000,- per siswa per tahun untuk seluruh siswa sekolah menengah baik negeri maupun swasta. Selain itu pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB), serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan menjadi bagian tidak terpisahkan dari program PMU ini.

Selain itu implementasi Kurikulum 2013 juga mendapatkan perhatian serius di tahun depan. Tahun pelajaran 2013/2014 sekarang ini, Kurikulum 2013 telah diimplementasikan secara bertahap dan terbatas. Terkait implementasi Kurikulum 2013 tersebut, Mendikbud hari ini Sabtu (17/8) mengatakan bahwa penyiapan buku dan pelatihan guru menjadi hal yang mendapat perhatian khusus. "Kurikulum 2013, dimaksudkan untuk menyiapkan manusia Indonesia yang kreatif, inovatif dan mampu berpikir orde tinggi," kata Mendikbud.

Satu masalah penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus, kata Presiden kemarin, adalah masalah kualitas guru, distribusi guru antar satuan pendidikan dan antar wilayah yang belum merata. Di daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, masih ada guru-guru yang belum terpenuhi kebutuhannya sesuai dengan standar pelayanan minimal. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan akan terus dilakukan, antara lain melalui peningkatan kualitas guru termasuk di dalamnya sertifikasi guru.

Menanggapi peningkatan kualitas guru tersebut, Mendikbud menjelaskan bahwa penataan sistem perguruan mutlak perlu dilakukan. Penataan tersebut, menurut Menteri Nuh, meliputi penataan sistem di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK), pelatihan guru, karier guru, dan sertifikasinya.

Dalam rangka pemerataan kualitas SDM, beberapa program afirmasi akan tetap dilanjutkan dan ditingkatkan seperti pengiriman guru, pada daerah terpencil, terluar dan tertinggal (3T), pengiriman pelajar asal Papua untuk melanjutkan studinya di beberapa SMA/SMK dan Perguruan Tinggi Negeri terbaik di luar Papua.

Selain itu untuk makin memeratakan akses pendidikan, dalam tahun 2014 penyediaan bantuan siswa miskin (BSM) dan beasiswa Bidikmisi akan ditingkatkan. Dengan BSM dan beasiswa Bidikmisi diharapkan anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Dalam rangka peringatan HUT ke-68 RI tahun 2013, Kemdikbud  menyelenggarakan pemilihan dan pemberian penghargaan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) berprestasi dan berdedikasi Tingkat Nasional 2013 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (15/8). Pemilihan dan pemberian Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dari pemerintah kepada guru TK, SD, SMP, SMA/SMK, Guru Pendidikan Khusus, Kepala Sekolah dan Pengawas yang berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerahnya masing-masing.

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam sambutannya mengatakan sangat bangga dan bahagia  karena bisa bertemu dan bersilahturahim dengan para guru yang berprestasi dari seluruh nusantara. Tidak semua guru mendapat kesempatan menerima penghargaan seperti ini, oleh karenanya melalui penghargaan tersebut diharapkan dapat lebih meningkatkan motivasi dan profesionalisme para guru yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan nasional katanya.

 

Jumlah peserta yang terpilih tahun ini mendapat penghargaan 726 orang, baik sebagai guru PNS maupun Non PNS, yang terdiri  dari 66 orang  dari Ditjen PAUDNI, 330 orang dari Ditjen Pendidikan Dasar dan 297 orang dari Ditjen  Pendidikan Menengah.

 

Tema yang diangkat dalam Pemilihan dan Pemberian Penghargaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun  2013 adalah  “Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi, Konsisten mewujudkan Peserta Didik yang Kreatif, Inovatif dan Santun Melalui Kurikulum 2013”.

 

Menteri Nuh menekankan tugas guru tidak semata-mata sebagai pengajar tetapi lebih dari itu berperan sebagai perekat bangsa. Bangsa Indonesia dilahirkan bukan saja satu suku, agama dan budaya tetapi lebih dari itu adalah bangsa yang majemuk. Maka guru dituntut harus dapat menjadi perekat bangsa untuk mengamankan sosial budaya dari sabang sampai merauke. Guru harus bisa sebagai motivator yang ulung. Walaupun guru dihadirkan dalam keterbatasan IT tetapi  tetap bisa berprestasi. Dan tak kalah pentingnya pesan Mendikbud bahwa “guru  harus bisa sebagai simbol panutan, simbol integritas  yang mampu mengambil kebijakan dalam menilai pungkasnya”.

 

Sebagai penutup sambutannya Nuh mengatakan bahwa bangsa ini harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dari tahun ke tahun, siswa dan  guru Indonesia banyak yang berprestasi. Karena itu supaya kita bisa menjadi bangsa yang maju dan besar SDM harus ditingkatkan,  caranya jawabannya tentu ada di Kurikulum 2013. Karena Kurikulum 2013 di desain sedemikian rupa  untuk membentuk guru/siswa yang "kreatif, innovatif dan berbudi pekerti" imbuhnya.

Pemberian  penghargaan tersebut di hadiri Wakil Menteri Bidang Pendidikan Musliar Kasim, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Hamid Muhammad dan para pejabat lainnya di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, para guru, kepala sekolah  serta para undangan yang berkecimpung dan penggiat dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan
Thursday, 15 August 2013 06:09

Kurikulum 2013 Berjalan Efektif 19 Agustus

Jakarta - Kurikulum 2013 telah diterapkan mulai Tahun Pelajaran Baru 2013/2014 pada 15 Juli lalu. Namun, pelaksanaannya baru akan efektif berjalan pada 19 Agustus mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, hal ini disebabkan ada sejumlah daerah yang selama bulan puasa sekolahnya libur total. 

 

 

 

“Ada sekolah yang tidak memberikan materi pelajaran reguler, tetapi materi pembentukan karakter. Misalnya di Provinsi Gorontalo,” katanya saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Kemdikbud, Jakarta, Selasa (15/8/2013).

 

 

 

Mendikbud mengatakan, setelah satu bulan pelaksanaan Kurikulum 2013 akan dilakukan monitoring dan evaluasi (monev). Kegiatan monev, kata Mendikbud, akan dilakukan pada akhir bulan Agustus atau awal September. “Monev yang dilakukan bukan sampling, tetapi sensus. Setiap sekolah sasaran akan dilihat,” jelasnya.

 

 

 

Mendikbud menjelaskan, aspek pertama yang akan dilihat selama monev adalah terkait materi atau bahan ajar. Kegiatan monev akan melibatkan guru, peserta didik, kepala sekolah, pengawas, komite sekolah, dan orang tua. “Mereka diminta tanggapan dan kesan terhadap buku. Hal ini diperlukan sebab buku ini akan digunakan sebagai acuan buku pada semester 2, yang saat ini sedang disusun,” katanya.

 

 

 

Aspek lainnya, lanjut Mendikbud, adalah guru. Akan dilihat rapor guru mulai saat pelatihan nasional guru inti hingga guru sasaran. Tujuannya adalah ingin diketahui nilainya sebelum dilatih dan sesudah dilatih. “Kalau nilainya rendah akan dicek di lapangan sebagai proses pendampingan,” katanya.

 

 

Menurut Mendikbud, proses pendampingan memang tidak dilakukan dari awal. Alasannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada guru melakukan kegiatan proses belajar mengajar. 

 

 

 

Selain dinilai terhadap penguasaan materi dan metodologi mengajar, para guru juga akan dinilai kemampuannya dalam melakukan evaluasi. Jika sebelumnya penilaian menggunakan sistem numerik, sekarang dengan sistem deskriptif. 

 

 

 

“Bisa jadi guru mengalami kesulitan dalam menilai. Oleh karena itu, diberikan pendampingan dalam melakukan evaluasi,” kata Menteri Nuh.

 

Kegiatan pendampingan melibatkan unsur dari instruktur nasional, guru inti, lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK), serta mahasiswa S2 dan S3 yang memahami konsep kurikulum. Hasil evaluasi akan digunakan untuk perencanaan implementasi Tahun Pelajaran 2014/2015.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan
Monday, 22 July 2013 15:55

Implementasi Mandiri Kurikulum 2013

Jakarta - Implementasi mandiri Kurikulum 2013 merupakan kesempatan yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang tidak termasuk dalam sekolah sasaran untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 ini, mulai Tahun Pelajaran 2013/2014 secara mandiri di bawah koordinasi dinas pendidikan setempat. Aturan tentang implementasi mandiri tersebut tertuang dalam surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0128/MPK/KR/2013, tanggal 5 Juni 2013, tentang Implementasi Kurikulum 2013.

 

Dalam surat tersebut diatur bahwa terkait implementasi mandiri Kurikulum 2013, dinas pendidikan dapat melakukan hal-hal berikut:

 

  1. Mendaftarkan sekolah-sekolah yang berminat. Dalam pendaftaran harap diperhatikan kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013, misalnya ketersediaan guru, akreditasi, dan waktu persiapan yang memadai;
  2. Menyediakan anggaran untuk pengadaan buku bagi sejumlah siswa dan guru sesuai dengan jumlah buku yang harus disiapkan menurut jenjang pendidikan. Buku sudah harus siap pada awal Tahun Pelajaran 2013/2014;
  3. Menyiapkan guru untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Kemdikbud;
  4. Menyelenggarakan pelatihan guru secara mandiri dengan anggaran sendiri dan berkoordinasi dengan Kemdikbud untuk menyediakan instruktur yang diperlukan.

 

Tjipto Sumadi, Ketua Unit Implementasi Kurikulum Pusat mengatakan bahwa dari banyak surat pengajuan implementasi mandiri, sampai hari ini Senin (22/7), hanya satu provinsi yaitu Kalimantan Timur, dan 14 kabupaten/kota yang memenuhi syarat untuk dilaksanakan proses persiapan implementasi mandiri Kurikulum 2013.

 

Salah satu persyaratan yang harus dilampirkan dalam pengajuan tersebut adalah surat pernyataan kesediaan menyediakan buku bagi guru dan siswa sasaran secara gratis. "Bagi sekolah negeri, surat pernyataan tersebut dibuat oleh Dinas Pendidikan, sedangkan untuk sekolah swasta surat ditandatangani yayasan," ujar Tjipto di kantornya, Gedung A Kemdikbud, hari ini Senin (22/7).

Setelah persyaratan-persyaratan terpenuhi, dan secara resmi mendapat persetujuan dari Kemdikbud, pelatihan guru sasaran dan pemesanan buku ke percetakan dapat dilaksanakan. Pelatihan guru sasaran dilaksanakan oleh Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMPK dan PMP) di bawah koordinasi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan informasi dan kehumasan kepada pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Salah satu syarat penting untuk terciptanya kualitas layanan prima informasi dan kehumasan adalah sinergitas seluruh unit kerja di lingkungan Kemdikbud.

 

Dalam rangka meningkatkan sinergitas antar pengelola informasi dan kehumasan di tiap unit kerja Kemdikbud, Pusat Informasi dan Humas (PIH) menyelenggarakan Rapat Kerja Informasi dan Kehumasan Kemdikbud. Raker tersebut digelar di Arya Duta Suite Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (19/7). Kegiatan ini dihadiri para pengelola informasi dan humas dari unit kerja di lingkungan Kemdikbud.

 

Kepala PIH Ibnu Hamad mengatakan bahwa hasil yang ingin dicapai melalui raker ini adalah terciptanya kesepahaman dan sinergitas program- program informasi dan kehumasan yang akhirnya bermuara pada kepuasan pemangku kepentingan. "Tugas kita adalah melayani informasi dengan komunikasi, yang muaranya adalah masyarakat mendukung atau minimal mengetahui kebijakan Kemdikbud," kata Ibnu Hamad dalam acara tersebut.

Salah satu narasumber yang dihadirkan pada raker tersebut adalah redaktur Harian Kompas Try Harijono, yang memotret kegiatan informasi dan kehumasan Kemdikbud di mata publik. Try mengatakan bahwa Kemdikbud memiliki potensi luar biasa untuk menjadi sumber rujukan informasi pendidikan dan kebudayaan di indonesia. "Portal Kemdikbud sudah bagus memberikan informasi pendidikan dan kebudayaan, namun potensi unit kerja dan narasumber yang berlimpah harus lebih dioptimalkan," ujar Try Harijono

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan
Wednesday, 17 July 2013 12:51

Sosialisasi Aplikasi Padamu Negeri

Pontianak - Dalam rangka mensosialisasikan Sistem PADAMU NEGERI : (singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang merupakan Layanan Sistem Informasi Terpadu Online yang dibangun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Capacity Building Bagi Pengawas dan Pelatihan Bagi Operator data Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kecamatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013. Kedua Kegiatan tersebut materinya difokuskan Pada pengoperasian Sistem  PADAMU NEGERI.


PADAMU NEGERI  dibangun sebagai pusat layanan data terpadu yang bersumber dari/ke sistem transaksional BPSMPK-PMP Kemdikbud lainnya, meliputi: Evaluasi Diri Sekolah (EDS), NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Sertifikasi PTK, dan Diklat PTK.
PADAMU NEGERI  juga terbuka untuk menjadi salah satu layanan pusat sumber data bagi program-program terkait lainnya baik di lingkungan internal atau eksternal Kemdikbud.

 

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam 4 angkatan ini total keseluruhannya diikuti oleh 700 orang peserta dan akan dilaksanakan dari tanggal 17 - 31 Juli 2013, dimana masing-masing angkatan dilaksanakan dalam 2 hari Kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Jalan Abdul Muis Tanjung Hulu Pontianak Timur.

Published in Penjaminan Mutu