Senin, 13 September 2021 08:08

Kemendikbudristek Gencarkan Penggunaan UKBI Adaptif Merdeka di Satuan Pendidikan

Written by
Rate this item
(0 votes)

Jakarta, 12 September 2021 --- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengadakan audensi dengan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) beserta jajarannya pada Kamis (9/9). Audiensi berhasil menyepakati langkah kolaboratif dalam penyebarluasan informasi dan koordinasi pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka secara masif ke sekolah-sekolah.
 
Dalam audiensi virtual itu, E. Aminudin Aziz selaku Kepala Badan Bahasa memperkenalkan UKBI Adaptif Merdeka sebagai alat uji yang mampu mengukur kemampuan berbahasa Indonesia. Menurutnya, UKBI yang diluncurkan pada tahun ini merupakan instrumen sahih dan andal yang dapat digunakan oleh pihak sekolah di berbagai jenjang untuk menguji kemampuan siswanya. UKBI ini mengukur semua keterampilan berbahasa yang terdiri atas lima seksi, yakni mendengarkan, merespon kaidah, membaca, menulis, dan berbicara.
 
“Inti dari pertemuan ini adalah memperkenalkan UKBI Adaptif Merdeka. Saya berani mengatakan bahwa UKBI kita saat ini sudah setara dengan tes TOEFL atau IELTS”, ujarnya mengawali pertemuan tersebut pada Kamis (9/9).
 
Sebagai tes standar, UKBI yang telah secara resmi diluncurkan pada awal tahun 2021 ini, berfungsi tidak hanya untuk mengukur kemahiran bahasa Indonesia seseorang, tetapi juga untuk menumbuhkan sikap positif dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap bahasanya. Penggunaan UKBI di masyarakat telah diatur di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 Tahun 2016 tentang Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia. Dalam peraturan tersebut, Badan Badan Bahasa diberi tugas untuk menyusun soal, mengembangkan soal, dan memberikan layanan UKBI yang dapat dilakukan melalui ujian berbasis kertas, ujian berbasis jaringan komputer, atau ujian berbasis jaringan internet.
 
Sebagai alat uji, UKBI Adaptif dapat mengukur kemahiran berbahasa dari tingkat terendah sampai dengan tingkat tertinggi. Aminudin bertekad untuk menyelenggarakan UKBI Adaptif ini secara lebih masif dari yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. “Mengapa ini saya perlu sampaikan kepada jajaran PAUD dan Dikdasmen karena memang ada target yang dikatakan Mas Menteri bahwa UKBI harus secara masif digunakan sebagai salah satu alat uji,” tuturnya. 
 
Sebelumnya, UKBI ini juga telah diimplementasikan di direktorat-direktorat lain di dalam lingkungan Kemendikbudristek sebagai program ujian di sekolah. “Dirjen Dikti sudah memberikan edaran program UKBI sebagai prasyarat kelulusan mahasiswa. Dirjen Vokasi menggunakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi sasaran pengujian UKBI. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan sudah menyepakati UKBI sebagai alat uji untuk melihat kompetensi bahasa Indonesia para guru. Saat ini memang sudah banyak sekolah yang menggunakan UKBI ini,” paparnya.
 
Dalam paparannya itu, Aminudin menjelaskan bagaimana UKBI telah mengalami metamorfosis dari waktu ke waktu. Pada awalnya, UKBI seperti tes lainnya dilakukan dalam tes yang berbasis kertas.  Pada tahap selanjutnya, UKBI kemudian dilaksanakan berbasis teknologi komputer yang disebut UKBI luring. Generasi ketiga UKBI dilakukan berbasis daring dengan tidak hanya menggunakan komputer tetapi juga dengan memanfaatkan jaringan internet yang memungkinkan peserta uji tidak harus hadir ke tempat ujian. Kali ini, UKBI Adaptif Merdeka merupakan penyempurnaan dari pendekatan pelaksanaan tes UKBI sebelumnya yang memiliki sejumlah keunggulan. Tidak hanya waktu dan tempat yang dapat dilakukan kapan dan di mana saja, tetapi juga sistem soal yang menyesuaikan dengan dengan kemampuan peserta uji. 
 
Tawaran kerja sama tersebut disambut baik oleh Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD Dikdasmen, Jumeri, dalam pertemuan yang berdurasi satu jam tersebut. Jumeri  mengungkapkan bahwa UKBI penting untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia para siswa dan guru. “(kemampuan berbahasa Indonesia) Anak-anak, bahkan guru bahasa Indonesia masih sangat terbatas sehingga Dirjen PAUD Dikdasmen menyambut baik adanya UKBI ini,” ujarnya. Ini (UKBI) merupakan yang positif dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia anak-anak didik,” tambahnya. Untuk itu, ia akan menginisiasi pelaksanaan UKBI di sekolah-sekolah penggerak.
 
Sementara itu, Direktur Pendididikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Samto, mengusulkan agar karyawan internal dari Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen terlebih dahulu yang diuji. “Hal ini dimaksudkan agar ketika memberikan penjelasan, arahan, dan saran untuk mengikuti UKBI ke pihak luar bisa lebih paham dan bagus karena sudah tahu seperti apa tes UKBI,” ujarnya seraya memandang hal tersebut bisa menjadi semacam endorsment untuk menggalakkan UKBI.
 
Di akhir diskusi, Aminudin menyampaikan terima kasih atas respons yang sangat baik dari Dirjen PAUD Dikdasmen beserta seluruh Direktur terkait atas rencana penyelenggaraan UKBI ini. Kepala Badan Bahasa menyatakan antusiasmenya untuk berkolaborasi menyosialisasikan UKBI kepada para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT)  atau Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di bawah koordinasi Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen, Kemendikbudristek.*

Read 83 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.