Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (154)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Wednesday, 12 February 2020 11:33

Peresmian SLB Negeri Nusak Jagoi Babang

Written by

Bengkayang, 15 Februari 2020 – LPMP kalbar -  Direktur Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud, DR. Sanusi M.Pd meresmikan unit sekolah baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB)  Negeri Nusak Jagoi Babang. SLBN Nusak Jagoi Babang berada di Desa Jagoi, jalan Dwikora Gang Tani Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.  Sekolah Luar Biasa Negeri ini dibangun sebagai bentuk layanan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia. Pembangunan ini tentunya mendukung program peningkatan akses dan pemerataan pendidikan khusus dan mendukung pemenuhan kebutuhan bangunan pendidikan untuk kegiatan pendidikan khusus.

 

Selain itu, SLBN Nusak Jagoi Babang juga dapat digunakan utk kegiatan lainnya seperti layanan khusus kegiatan non formal seperti pemberantasan buta huruf di daerah 3T.

 

Sebanyak 4 orang guru akan mengajar di SLBN Nusak Jagoi Babang. Guru tersebut merupakan lulusan sarjana pendidikan khusus Universitas Pendidikan Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang. Peresmian ini menandai bahwa SLBN Nusak Jagoi Babang akan mulai aktif melaksanakan pembelajaran di tahun ajaran 2020/2021, bahkan telah terdapat 16 calon siswa yang berada di lingkungan SLBN Nusak Jagoi Babang.

 

Hadir dalam peresmian, Plh. Bupati Kabupaten Bengkayang, Obaja, SE, MSi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Suprianus Herman, SH, Kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, S.IP, M.SI, tokoh masyarakat, warga sekitar dan tamu undangan lainnya.

Kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmyadi, S.IP, M.Pd menyatakan bahwa pembangunan SLBN Nusak Jagoi Babang ini merupakan contoh baik sinergi yang harus terus dilakukan untuk layanan pendidikan terbaik, khususnya di daerah terdepan dan terluar. Oleh karenanya, LPMP Kalimantan Barat akan memperkuat sinergitas seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk lebih mempertajam program pengembangan kualitas layanan pendidikan di daerah seperti di Kabupaten Bengkayang. Peresmian ini merupakan langkah nyata dari 'memerdekakan belajar' anak-anak berkebutuhan khusus secara inklusif. LPMP Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus hadir karena seluruh warganegara khususnya anak-anak berkebutuhan khusus juga berhak atas masa depan yang gemilang sebagaimana generasi emas lainnya di seluruh Kaliman BarT dan Tanah Air.

 

Pembangunan SLBN Nusak Jagoi Babang merupakan  hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan dan dengan pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus.

 

Pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang menggunakan sumber dana Bantuan Pemerintah dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Ditjen Dikdasmen Kemdikbud dengan metode swakelola oleh Komite Pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang. Hasil dari pelaksanaan bantuan pemerintah ini oleh pihak Komite Pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang selaku penerima bantuan telah terlaksana dengan baik, lengkap dengan komponen aksesbilitas pada bangunan. Apresiasi yang sangat besar diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang yang telah menghibahkan tanah untuk lokasi pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang dan menyerahkan pengelolaan sekolahnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

 

Bangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang ini terdiri dari : Ruang Kantor yang terdiri dari : Ruang Pimpinan, Ruang Guru, Ruang Tata Usaha, Ruang Konseling, Ruang UKS, Ruang Organisasi Kesiswaan, Ruang Kelas Umum 6 lokal. Sementara Ruang Pembelajaran Khusus 6 lokal yang terdiri dari Ruang Orientasi Mobilitas untuk Tunanetra, Ruang Bina Wicara untuk Tunarungu, Ruang Bina Persepsi Bunyi dan Irama untuk Tunarungu, Ruang Binadiri untuk Tunagrahita, Ruang Binadiri dan Bina gerak untuk  Tunadaksa, Ruang Bina Pribadi dan Sosial untuk Tunalaras. Ruang pendukung lainnya adalah Perpustakaan, Ruang Keterampilan, Ruang Ibadah/ Mushola, dan Gudang

 

Bangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang ini juga dilengkapi meubelair untuk mendukung penyelenggarakan kegiatan pendidikan di sekolah. Total Nilai Bantuan USB SLBN Nusak Jagoi Babang  adalah Rp 2.347.110.000,00 dengan nilai bantuan untuk meubelair mencapai Rp 190.000.000,00

 

Dengan pembangunan USB SLBN Nusak Jagoi Babang tersebut, semua pihak berharap bisa bermanfaat untuk menunjang pendidikan para penyandang kebutuhan khusus yang berada di daerah perbatasan yang selama ini kurang mendapat perhatian. (Okta)

Dokumentasi

Saturday, 18 May 2019 07:52

Sosialisasi SPMI Kalimantan Barat

Written by

Pontianak, 18 Mei 2019 - Untuk mendorong percepatan Penjaminan Mutu Pendidikan di daerah, maka akan dilaksanakan Program Sekolah Binaan kerjasama antara LPMP Kalimantan Barat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019. Untuk itu LPMP Kalimantan Barat mengadakan kegiatan Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dengan pemerintah daerah terkait Pogram Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat satuan pendidikan melalui sekolah binaan dan sistem pengimbasannya maupun Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) melalui Tim Penjaminan Mutu Daerah (TPMPD). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat, Bpk. Drs. Aristo Rahadi, M.Pd di Hotel Gajahmada Pontianak. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15 s.d 17 Mei 2019. Dokumentasi

Saturday, 07 December 2019 18:30

Diseminasi Hasil Program Penjaminan Mutu Pendidikan 2019

Written by

Pontianak, 7/12/2019 - LPMP Kalbar - Penjaminan mutu pendidikan (PMP) tidak bisa dipenuhi secara pribadi. Perwujudannya harus melalui sinergi dan kolaborasi. Kepala sekolah adalah ujung tombak. Sivitas akademika harus kompak bergerak. Penjaminan mutu pendidikan adalah urusan setiap warga pendidikan. Kesadaran dan kepedulian adalah pertaruhan menuju kualitas pendidikan yang unggul di masa depan.

Tak sekadar program, PMP selayaknya juga diimbaskan. Pengimbasannya juga perlu dilakukan secara kolosal. Satuan pendidikan tak bisa bergerak sendiri. Dukungan, inisiasi dan motivasi dari seluruh pemangku kebijakan pendidikan sangat berarti untuk menyukseskan program ini.

Program strategis ini perlu kerjasama secara harmonis. Karenanya LPMP Kalimantan Barat perlu mengadakan kegiatan untuk mendiseminasikan sekaligus mengapresiasi setiap sekolah binaan yang berhasil melakukan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) atas pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Mercure Pontianak, 4 – 6 Desember 2019. Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian program PMP yang dilaksanakan secara bertahap mulai dari bimbingan teknis, pendampingan dan supervisi. Delegasi sekolah binaan yang diundang adalah perwakilan dari setiap kabupaten/ kota dengan status unggulan. Harapannya sekolah binaan tersebut menjadi teladan yang pantas menjadi percontohan.

Secara paralel ada beberapa sesi dalam rangkaian kegiatan. Seksi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan menyuguhkan best practice implementasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI) di sekolah binaan dan best practice peran Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) dalam pelaksanaan sistem penjaminan mutu eksternal (SPME) di Kabupaten/Kota.

Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi menampilkan pemaparan supervisi mutu pendidikan dan analisis dan rekomendasi hasil supervisi mutu pendidikan. Seksi sistem informasi menggelar pemaparan pemetaan mutu pendidikan serta analisis dan rekomendasi hasil pemetaan mutu pendidikan.

Puncak acara dihadiri oleh Direktur Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjend Dikdasmen Kemdikbud. Dalam kesempatan ini Direktur Pembinaan SD bersama kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, M.Si menyampaikan penghargaan kepada sekolah binaan berprestasi. Prestasi ini diberikan atas capaian pemenuhan 8 SNP dan konsistensi pelaksanaan SPMI.

Dalam pelaksanaan kegiatan ditampilkan juga pertunjukan seni tari oleh siswa SD, pameran, workshop praktik baik, diskusi serta presentasi pelaksanaan dan capaian SPMI oleh satuan pendidikan. Hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Pendidikan, Bappeda, Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD), kepala sekolah dan guru sekolah binaan setiap kabupaten/ kota se-Kalimantan Barat.

Dokumentasi

Friday, 06 December 2019 08:15

Semakin Intim Melalui TPMPD

Written by

Pontianak,7/12/2019 - LPMP Kalbar - Ibarat orang tua dan anak, jengukan orangtua kepada anak selalu dinantikan untuk menumpahkan segala kerinduan, kegembiraan, kesedihan maupun harapan.

Tim Penjaminan Mutu Pendidikan (TPMPD) bagaikan orangtua bagi sekolah, TPMPD mendampingi sekolah untuk mengetahui perkembangan, permasalahan serta memberikan bantuan, bimbingan dan arahan untuk peningkatan mutu sekolah.

Sekolah adalah pusat belajar, tempat siswa berproses, memperoleh pengetahuan, wawasan dan pengalaman, agar menjadi lulusan yang berkarakter dan bermutu, sehingga sekolah harus dikelola sesuai 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

TPMPD dibentuk di 14 Kabupaten/Kota, Provinsi Kalimantan Barat untuk memastikan terlaksananya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) oleh sekolah dan Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)  oleh TPMPD melalui pemetaan mutu dan fasilitasi sehingga sekolah dapat melaksanakan penjaminan mutu dalam rangka pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan.

Pada Kegiatan Diseminasi Hasil Program Penjaminan Mutu Pendidikan yang dilaksanakan LPMP Kalimantan Barat di Hotel Mercure tanggal 4-6 Desember 2019, TPMPD dari 14 Kabupaten/Kota melakukan presentasi dan best practice pelaksanaan peran TPMPD, dan diberikan penghargaan kepada 3 TPMPD terbaik yaitu :

  1. TPMPD Kabupaten Mempawah
  2. TPMPD Kota Singkawang
  3. TPMPD Kota Pontianak

Kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, S.Ip,M.Si, mengibaratkan Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah, TPMPD, LPMP  dan stakeholder sebagai tim sepakbola, dimana seluruh unsur harus merancang strategi dan bekerjasama dalam satu tim untuk mencapai tujuan bersama.

LPMP memberikan referensi sebagai bahan amunisi berdasarkan diagnosa hasil Rapor mutu, Implementasi SPMI, fasilitasi dan supervisi serta pelaksanaan program penjaminan mutu dengan penyajian informasi yang lebih informatif.

Selanjutnya LPMP maupun TPMPD diharapkan tidak terjebak pada peran yang bersifat mikro pedagogik. Perlu dilakukan penguatan peran dan amunisi yang dimiliki dengan memberikan umpan yang bagus kepada pemangku kebijakan. TPMPD diharapkan mampu bergerak lebih luas lagi dengan memberikan pilihan kebijakan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun stake holder nasional maupun internasional sehingga tercipta terobosan terbaik, ibarat gol yang berhasil membobol gawang sebagai tujuan bersama tim.

LPMP bertindak sebagai tiang pancang, harus bergerak vertikal sebagai UPT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Provinsi dan secara horisontal harus mampu melakukan koordinasi dengan Kabupaten/Kota. LPMP Ibarat mesin, perlu pelumas dari TPMPD dalam kerangka kemitraan dan kerjasama peningkatan mutu pendidikan.

Peran komunikasi sangat vital sebagai pelumas untuk mengatasi sumbatan komunikasi. Kerjasama antara LPMP dan Pemerintah Daerah melalui TPMPD diharapkan semakin intim melalui komunikasi secara rutin dan lebih intensif pada tahun 2020 untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat.

(Rita)

Dokumentasi

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan alat untuk mendorong instansi pemerintah dalam melakukan inovasi program dan kegiatannya.  Di dalamnya terdapat reviu kinerja dan reviu indikator kinerja. Penetapan indikator kinerja dan reviu kinerja dilakukan sebagai bagian dari aktivitas pengendalian.

Ibarat sebuah bangunan, kekuatan bangunan tergantung dari bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya. Bahan-bahan inilah yang menjadi komponen pembangun SAKIP yang terdiri dari rencana strategis, rencana kerja dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP). Manfaat terbesar SAKIP yaitu dapat mengukur dan meningkatkan kinerja instansi pemerintah sekaligus menjadi landasan penganggaran berbasis kinerja.

Bimbingan teknis (bimtek) dilaksanakan di Hotel Gardenia, kabupaten Kubu Raya pada 20 – 22 November 2019. Peserta berasal dari 4 UPT Kemdikbud yaitu : LPMP Kalimantan Barat, Balai Bahasa Kalimantan Barat, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD & DIKMAS) Kalimantan Barat serta Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalimantan Barat.

Kegiatan ini dibuka oleh kepala LPMP Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, M.Si. Dalam sambutannya kepala LPMP Kalimantan Barat menyampaikan bahwa UPT Kemdikbud di wilayah Kalimantan Barat perlu sinergi dan berkolaborasi dalam menyusun SAKIP dengan baik dan benar. Sebagai cermin Kemdikbud di provinsi, selayaknya SAKIP dijadikan landasan bagi seluruh sumberdaya untuk bekerja sesuai visi misi dan renstra yang telah ditetapkan.

Narasumber kegiatan bimtek dipandu dari Biro PKLN, Biro Keuangan dan Bagian Evaluasi Ditjend Dikdasmen Kemdikbud Republik Indonesia. Materi yang disampaikan dan didiskusikan meliputi pedoman penyusunan renstra, cascading indikator kinerja, praktek baik SAKIP, evaluasi implementasi SAKIP, teknis penyusunan renstra dan LAKIP serta penyusunan laporan kinerja.

Harapan dari terselenggaranya bimtek ini adalah terwujudnya SAKIP yang akuntabel bagi seluruh UPT Kemdikbud se-Kalimantan Barat. Selain juga terselenggaranya birokrasi yang bersih dan melayani. Hal ini sesuai dengan semangat Kemdikbud untuk senantiasa menjunjung tinggi layanan yang antikorupsi dan antigratifikasi. Semangat inilah yang akhirnya memunculkan UPT di provinsi menjadi satuan kerja dengan status Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK). (Kim)

dokumentasi

Page 1 of 31