Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (24)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Arsip Berita

Pontianak - LPMP Kalbar - Pada hari Kamis, tanggal 17 Juni 2021 Drs. Akhyadi, M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang didampingi oleh Sekretaris Dinas Drs. Abdul Hadi bersilaturahmi dan audiensi ke LPMP Provinsi Kalimantan Barat.
Ditemui secara langsung oleh Dra. Dwi Karyani, M.Pd selaku perwakilan dari LPMP Provinsi Kalimantan Barat, dalam kunjungannya kali ini beliau melihat langsung situasi dan kondisi LPMP Provinsi Kalimantan Barat saat ini, “seperti apa penampakan LPMP  dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu yakni tepatnya pada tahun 1992, ketika beliau pernah mengikuti pelatihan sewaktu nama lembaganya masih dengan sebutan Balai Penataran Guru (BPG)” , ungkap nya. Kunjungan ini merupakan kunjungan perdana beliau ke LPMP Provinsi Kalimantan Barat sejak di tetapkan sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang pada bulan Februari 2021.
Kunjungan ini mempunyai tujuan selain silaturahmi dengan warga LPMP Provinsi Kalimantan Barat, juga membahas seputar isu-isu hangat yang terjadi di dunia pendidikan akhir-akhir ini, salah satunya adalah pembelajaran tatap muka secara terbatas di masa pandemi pada tahun ajaran baru tahun 2021/2022. Sebagaimana kita ketahui bahwa perkembangan ekskalasi penyebaran COVID–19 saat ini masih menunjukkan gejala kenaikan yang signifikan dibeberapa daerah di Provinsi Kalimantan Barat, sehingga menjadi kekhawatiran dan tanda tanya besar Dinas Pendidikan untuk memberikan instruksi kepada satuan pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka tersebut, namun Pak Kadis mengungkapkan bahwa untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka mereka tetap akan menunggu instruksi dari Kemendikbudristek serta kebijakan dari pemerintah daerah setempat.
Selain membahas pembelajaran tatap muka secara terbatas, audiensi kali ini juga membahas sekolah penggerak dan guru penggerak, dimana kota Singkawang juga akan menyiapkan hal-hal yang diperlukan terutama kesiapan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan serta peningkatan sumber daya yang dimiliki oleh satuan pendidikan di wilayah binaannya

Pontianak - LPMP Kalbar - Mitra Khatulistiwa merupakan inisiasi dan rintisan inovasi dalam menjalin kemitraan strategis antara LPMP Provinsi Kalimantan Barat dengan berbagai mitra yang mempunyai visi dan misi yang sama memajukan pendidikan di daerah dalam bentuk advokasi, fasilitasi, pendampingan dan pengembangan model pembelajaran. Mitra Khatulistiwa menghimpun, mengidentifikasi dan melahirkan inovasi produk dan layanan LPMP Provinsi Kalimantan Barat.

Mitra Khatulistiwa menjadi basis peta mutu pendidikan sekaligus penghubung terwujudnya satu data pendidikan yang akurat dan valid. Mitra Khatulistiwa membangun kesepahaman dengan mitra untuk bergotong royong meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Barat. Mitra Khatulistiwa memfasilitasi terbangunnya budaya kerjasama dan kemitraan antara LPMP Provinsi Kalimantan Barat dengan pemerintah daerah. Mitra Khatulistiwa menawarkan peluang kolaborasi sekaligus solusi dalam setiap keterbatasan menjadi peningkatan serta penjaminan mutu pendidikan.

Mitra Khatulistiwa didukung oleh pemetaan kebutuhan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Selain sebagai kesiapan dalam pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) di masa mendatang, pemenuhan kebutuhan TIK di sekolah adalah tantangan sekaligus peluang yang harus segera diwujudkan di setiap daerah. Hal ini selaras dengan semangat Kemdikbud mengenai Merdeka Belajar khususnya dalam kemudahan, percepatan dan pemerataan akses pendidikan.

Data yang valid dan akurat perlu dihadirkan. Data mengenai sumberdaya pendidikan yang terkait dengan kelengkapan, kesiapan infrastruktur serta jaringan. Selanjutnya dari data yang valid akan mudah mendeteksi sekolah yang perlu segera diinspeksi dan kemudian dilengkapi. Kepedulian perlu segera dilaksanakan. Karena kemitraan adalah jalan keluar untuk mengatasi kesenjangan. Kemitraan strategis yang menjembatani antara daerah dan pemerintah pusat akan hadirnya solusi yang kreatif dan inovatif.

Dalam kegiatan ini juga diluncurkan berbagai produk dan inovasi LPMP Provinsi Kalimantan Barat yang diklasifikasikan dalam kategori tahap gagasan, kategori rintisan dan kategori yang telah diimplementasikan. Penganugerahan penghargaan kepada pegawai sekaligus inovator di setiap kategori memeriahkan kegiatan ini. Penampilan LPMP Akustik dengan menyanyikan lagu-lagu daerah menambah acara semakin meriah.

Namun demikian protokol kesehatan tetap menjadi prioritas untuk diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan hingga tuntas. Tersedianya tempat cuci tangan, handsanitizer, pemakaian masker, jaga jarak antar undangan dan pembatasan jumlah undangan yang hadir di dalam ruang menjadi prosedur standar operasional yang kami lakukan.

Semoga kegiatan ini menjadi cikal bakal pembangunan pendidikan yang berkelanjutan. Yaitu pendidikan yang benar-benar memerdekakan setiap insan. Tidak saja di kota tapi juga sampai ke pedesaan dan perbatasan. Terima kasih kepada mitra atas kerjasama yang baik. Semoga kita bisa terus bersinergi dan berkontribusi dalam memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Barat.

Berani Beraksi, Berani Berinovasi. Bersama Kita Bisa. (kim)



#Kemendikbudristek#lpmpprovkalbar#Unitlayananterpadu#PertahankanWBK #RaihWBBM#IkhlasMelayani#TolakGratifikasi#BeraniJujurHebat#BersamaKitaBisa#Ciptakan Inovasi#kemitraan#

Pontianak -LPMP Kalbar - Berbagai kebijakan digulirkan pemerintah guna mengantisipasi penyebaran virus COVID-19, tetapi disisi lain pelaksanaan pembelajaran tidak kalah penting menjadi fokus perhatian pemerintah saat ini. Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas diambil untuk memulihkan learning lost yang dialami peserta didik selama menjalani BDR akibat Pandemi COVID-19. Untuk itu perlu sinergi dari semua pihak dalam merancang pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan tetap mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan warga sekolah.
Mengingat pentingnya hal tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pedoman Mitigasi Risiko, PHBS, Literasi, dan Numerasi Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021. Kegiatan dibuka oleh plt. Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, S.IP., M.Si.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Gajahmada Pontianak tanggal 27-29 Mei 2021, diikuti oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten/Kota, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Seksi Kurikulum SMA, Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdikbud kabupaten/kota, Kepala Seksi PAUD/Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota, Koordinator Pengawas provinsi Kalimantan Barat, Penilik PAUD Dikmas Disdikbud kabupaten/kota, Fungsional dan staf LPMP Provinsi Kalimantan Barat dan BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Barat.
Kegiatan semakin bermakna dengan melibatkan narasumber Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemdikbudristek yang diwakili oleh Direktur SMP (Drs. Mulyatsyah, MM), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan (Drs. H. Kusnadi, M.Si), plt. Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat (Asep Sukmayadi., S,IP., M.Si), plt. Kepala BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Barat (Drs. Mangasi Pasaribu, MM), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (dr. Harisson, M.Kes), Widyaprada LPMP Provinsi Kalimantan Barat (Mujahir, M.Pd dan Suhendri, S.Pd., M.Sc) serta Widyaprada BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Barat (Drs. Maruntung, M.Si dan Drs. Rusmantara, M.Si).
Peran pemerintah daerah dalam penguatan fungsi Tim Pembina UKS/M dalam PTM Terbatas, peran puskesmas dalam persiapan dan pelaksanaan PTM terbatas, mitigasi risiko PTM dan edukasi PHBS, serta penguatan literasi dan numerasi menjadi bahasan menarik pada kegiatan ini.  
Secara resmi kegiatan ditutup oleh plt. Kepala BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Barat, Drs. Mangasi Pasaribu, MM.
Semoga kegiatan ini menjadi jembatan dalam memperkuat pola dan pedoman pendampingan oleh pemerintah daerah, adanya persamaan persepsi dalam penguatan literasi dan numerasi serta persamaan persepsi terhadap mitigasi risiko dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam mendukung pelaksanaan PTM terbatas di sekolah.
#Kemendikbudristek#lpmpprovkalbar#Unitlayananterpadu#PertahankanWBK#RaihWBBM#IkhlasMelayani#TolakGratifikasi#BeraniJujurHebat#BersamaKitaBisa#CiptakanInovasi#advokasi#kemitraan#

Kini inovasi adalah tuntutan setiap instansi. Inovasi mengandung unsur kebaruan, kemudahan dan kecepatan. Instansi yang menghadirkan inovasi akan lebih dekat dengan mitra atau pelanggannya. Instansi yang tak mempunyai inovasi akan dijauhi, perlahan akan mati, tinggal kenangan tanpa arti.
Hal-hal baru yang ada dalam inovasi perlu sosialisasi. Seluruh sumber daya manusia (SDM) di setiap instansi perlu mengetahui dan memahami. Sehingga setiap SDM mempunyai kepercayaan diri untuk beradaptasi mengenai berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan situasi dan kondisi terkini.
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat tidak mau ketinggalan. Tekad untuk meraih Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) terus diperjuangkan. Salah satunya melalui kegiatan Kurasi Inovasi Produk dan Layanan. Kurasi merupakan kegiatan pengumpulan, pengidentifikasian dan penilaian mengenai kepantasan, kelayakan dan kemanfaatan produk dan layanan.
Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2021, kegiatan dilaksanakan di ruang Teleconference. Kegiatan dihadiri 17 orang yang terdiri dari perwakilan staf dan fungsional sebagai inovator. Kegiatan diawali dari inisiasi, pengumpulan ide dan gagasan dari setiap karyawan. Selanjutnya adalah aksi pendokumentasian dan pengemasan. Outputnya adalah produk dan layanan yang siap diujicobakan dan diluncurkan. Meski beberapa inovasi masih dalam tahap gagasan, namun telah banyak inovasi dalam tahap rintisan dan pelaksanaan.
Setiap inovator mempresentasikan inovasi yang telah diajukan dan dibuat. Panelis yang terdiri dari plt. kepala, koordinator fungsi dan ketua satuan pengawas intern (SPI) melakukan penilaian dengan mengacungkan skor dan memberi saran serta masukan untuk perbaikan setiap inovasi yang telah dihasilkan.
Dari 22 inovasi yang berhasil diidentifikasi dan didokumentasikan akhirnya terpilih 17 inovasi yang layak untuk disosialisasikan, diimbaskan dan dilanjutkan. Masukan dan saran panelis agar setiap inovator mengawal inovasi dengan semangat. Kerjakan, kelola dan kembangkan dengan tekad bulat. Antar inovator dan staf lain juga perlu meningkatkan komunikasi. Bisa jadi akan lahir inovasi-inovasi baru yang selama ini tidak terfikirkan. Bisa jadi setiap inovasi bisa dilebur, disatukan sehingga saling menyempurnakan sehingga menjadi produk dan layanan yang efektif dan efisien.     
Di akhir kegiatan, plt. kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat berpesan bahwa seluruh inovasi produk dan layanan ini harus terus diperjuangkan. Soliditas perlu ditingkatkan. Tantangan perlu diberdayakan. Ide dan gagasan perlu dikomunikasikan. Sejatinya inovasi adalah gotong royong yang perlu didukung dengan kesungguhan. Kita harus yakin bahwa setiap inovasi akan memberi kemanfaatan. Misinya tidak hanya untuk kepentingan internal, tetapi bisa diimbaskan dan diadopsi oleh mitra dan siapa saja yang membutuhkan di tingkat lokal, regional dan bahkan nasional. (kim)
#Kemendikbudristek#lpmpprovkalbar#Unitlayananterpadu#PertahankanWBK #RaihWBBM#IkhlasMelayani #TolakGratifikasi #BeraniJujurHebat #BersamaKitaBisa#Ciptakan Inovasi#

Pontianak - LPMP Kalbar - Sebagai upaya mensosialisasikan berbagai kebijakan penjaminan mutu pendidikan di provinsi Kalimantan Barat, maka LPMP Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi penjaminan mutu pendidikan melalui daring provinsi Kalimantan Barat tahun 2021 kepada seluruh stakeholder terkait di provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2021 diikuti oleh unsur kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari 14 kabupaten kota, kepala bidang pendidikan dasar dan menengah, kepala sekolah sebagai ketua KKKS, MKKS SMP, MKKS SMA/SMK, koordinator pengawas sekolah, BP PAUD Dikmas Provinsi Kalimantan Barat, BAN S/M Provinsi Kalimantan Barat dan LPMP Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Sugeng Hariadi, M.M. Dalam sambutan dan pemaparannya, Sugeng Hariadi menjelaskan bagaimana kebijakan pemerintah provinsi Kalimantan Barat dalam penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid 19 di Kalimantan Barat.
Dijelaskan, ada lima kebijakan yang dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), yaitu terkait  pelaksanaan Ujian Sekolah, Kenaikan Kelas, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),  Dana Bantuan, dan proses Belajar di Rumah. Sugeng juga mengutarakan bahwa kunci pembelajaran daring terletak pada kemampuan guru memanfaatkan teknologi, pelaksanaan pembelajaran terencana dan efektif, menyatukan persepsi dan konsentrasi siswa, dan penguatan karakter siswa.
Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, S.Ip, M.Si juga menyampaikan kebijakan kementerian pendidikan dan kebudayaan, riset dan teknologi dalam penjaminan mutu pendidikan. Asep Sukmayadi menginformasikan berbagai pokok kebijakan penjaminan mutu pendidikan melalui kebijakan merdeka belajar, diantaranya program sekolah dan guru penggerak, transformasi dana dikti, dan SMK sebagai pusat keunggulan. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan  visi pendidikan Indonesia dengan mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.
Dalam mempersiapkan tantangan dunia, maka komponen yang perlu dipersiapkan secara optimal meliputi: ekosistem, yaitu sekolah sebagai tempat yang menyenangkan, guru sebagai pemilik dan pembuat kurikulum, pedagogi dengan pembelajaran berorientasi pada siswa, kurikulum yang mengedepankan perkembangan teknologi dan berdasarkan kompetensi, serta sistem penilaian yang bersifat formatif/mendukung. Berbagai kebijakan diluncurkan dalam menghadapi beberapa isu krusial saat ini, antara lain mitigasi bahaya bullying, kekerasan, dan intensifikasi literasi media, pembelajaran tatap muka, Penerimaan Peserta Didik baru, dan Program sekolah penggerak.
Dalam kegiatan ini juga disampaikan kebijakan penjaminan mutu pendidikan yang digulirkan oleh LPMP Provinsi Kalimantan Barat  melalui  bidang pemetaan mutu  dan supervisi pendidikan. Kebijakan yang disampaikan koordinator pemetaan dan supervisi, Dra. Dwi Karyani, M.Pd, meliputi pemetaan mutu pendidikan berdasarkan capaian 8 SNP, dan di bidang sistem informasi terkait pemetaan kemampuan sarana telekomunikasi per wilayah, penguatan sarana per wilayah dan potensi lokal, dan advokasi dan implementasi program penguatan sarana PJJ.  Sementara di bidang fasilitasi, pengelolaan model, kemitraan dan penjaminan mutu pendidikan, disampaikan oleh Helda Rosida, S.Sos, antara lain berupa program sekolah penggerak, mitigasi resiko, PHBS, peningkatan kompetensi literasi dan numerasi, kemitraan dan kerjasama penjaminan mutu pendidikan. Berbagai kebijakan yang dijalankan berorientasi agar pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan tetap berjalan dengan baik di tengah tantangan global saat ini. (DS)
#Kemendikbudristek#lpmpprovkalbar#Unitlayananterpadu#PertahankanWBK#RaihWBBM#IkhlasMelayani#TolakGratifikasi#BeraniJujurHebat#BersamaKitaBisa#Ciptakan Inovasi#PMP#

Dalam rangka mendorong pemerataan mutu pendidikan dan mencari solusi atas permasalahan dan tantangan pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat, maka LPMP Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Kegiatan Kemitraan dan Implementasi Kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dan 7 Kabupaten/Kota (Kota Pontianak, Kab. Kubu Raya, Kab. Sintang, Kab. Ketapang, Kab. Mempawah, Kab. Sambas dan Kab. Kayong Utara) pada tanggal 20 – 22 Mei 2021 Hotel Gajahmada Pontianak.
Kegiatan Kemitraan dan Implementasi Kerjasama dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Sugeng Hariyadi, dilanjutkan dengan paparan program dan kebijakan BP PAUD Dikmas dan LPMP Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan Kemitraan difokuskan pada pemenuhan sarana prasarana internet untuk menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, dihadirkan beberapa narasumber yang berkompeten yaitu :
1.    PT Telekomunikasi TBK Bapak Eka Rahardja Zaibi, memaparkan tentang Penguatan Infrastruktur TIK-sekolah masa depan
2.    Pusdatin - Bapak Aris dan Ibu Hairun Nisa yang memaparkan tentang Kebijakan dan Program Pusdatin dalam rangka Implementasi Merdeka Belajar
3.    Ditjen PAUD Dikdas Dikmen, Bapak Katman yang memaparkan tentang Penguatan sarana telekomunikasi dan konektivitas digital  untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
4.    Edi Rasni, Tim Pemetaan LPMP Provinsi Kalimantan Barat yang memaparkan tentang Pemetaan kemampuan sarana telekomunikasi satuan pendidikan di Kabupaten/Kota.

Kemitraan antara LPMP Provinsi Kalimantan Barat dengan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pemenuhan sarana prasarana penunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu  :
1.    Pemetaan kemampuan sarana telekomunikasi perwilayah berdasarkan geografis dan demografis  (menyandingkan antara Dapodik dan data dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten/Kota, sehingga diperoleh pemetaan wilayah per Kabupaten/Kota)

2.    Analisis Kebutuhan penguatan sarana per-wilayah dan potensi lokal yang dapat dijadikan mitra (PT Telkom, Pusdatin, Kominfo dan penyedia/jenis telekomunikasi yang sesuai)

3.    Advokasi/Pendampingan kepada Pemerintah Daerah dalam rangka implementasi program penguatan sarana PJJ untuk menjalin kemitraan dengan pihak yang relevan

4.    Pelaksanaan Kemitraan dan implementasi program kerjasama.

Kegiatan Kemitraan dan Implementasi Kerjasama yang dilaksanakan ini merupakan salah satu layanan LPMP Provinsi Kalimantan Barat melalui Program “Mitra Khatulistiwa” yang akan diluncurkan pada tanggal 31 Mei 2021. “Mitra Khatulistiwa” menyediakan berbagai inovasi dari LPMP Provinsi Kalimantan Barat, yang dapat  dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat untuk saling bekerjasama dan bersinergi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat.


#Kemendikbudristek#lpmpprovkalbar#Unitlayananterpadu#PertahankanWBK #RaihWBBM #IkhlasMelayani #TolakGratifikasi #BeraniJujurHebat #BersamaKitaBisa #Ciptakan Inovasi#kemitraan#

Pontianak - LPMP Kalbar - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat telah menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud-Ristek) ke Pemerintah Daerah. Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 20-22 Mei 2021 bertempat di Hotel Gajahmada, Pontianak ini diikuti oleh peserta dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat dan 8 (delapan) Kabupaten/Kota (Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Ketapang) serta unsur LPMP Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Drs. Sugeng Hariadi, M.M., bertujuan untuk menyosialisasikan kebijakan kemdikbud-Ristek pada Pemerintah Daerah khususnya pada Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota. Pada kesempatan ini beliau memaparkan tentang Kebijakan-Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Pakaian Seragam Sekolah.
Narasumber yang berkompeten dan materi terkini mendukung terlaksananya kegiatan ini: Kebijakan Penjaminan Mutu LPMP disampaikan oleh plt. Kepala LPMP Prov. Kalbar, Kebijakan Penjaminan Mutu BPPAUD oleh Plt. Kepala BPPAUD dan Dikmas, Kebijakan Sekolah Penggerak oleh Dirjen PAUD Dikdas, Assesmen Nasional oleh Pusmenjar, Kemitraan Pendidikan Jarak Jauh oleh Widyaprada LPMP Provinsi Kalbar, Mitigasi Risiko PTM dan Edukasi PHBS oleh Widyaprada BPPAUD dan Penguatan Literasi Numerasi oleh Widyaprada LPMP Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan ditutup  oleh plt. Kepala LPMP Provinsi Kalimantan  Barat, bapak Asep Sukmayadi, S.IP., M.Si.
Kegiatan ini akan terus berlanjut, informasi terus berganti dan tidak berhenti hanya sampai di sini. Pemerintah daerah sebagai penerus misi, informasi terkini sampai pada semua lini.
#Kemendikbudristek#lpmpprovkalbar#Unitlayananterpadu#PertahankanWBK #RaihWBBM #IkhlasMelayani #TolakGratifikasi #BeraniJujurHebat #BersamaKitaBisa #Ciptakan Inovasi#kemitraan#

Materi Kegiatan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi membuka pendaftaran seleksi bagi calon Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak. Seleksi ini merupakan bentuk dukungan bagi sekolah pelaksana program Sekolah Penggerak yang menjadi terobosan Merdeka Belajar Episode Ketujuh.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril, mengajak para akademisi, praktisi pendidikan, widyaiswara, pengawas sekolah di 111 kabupaten/kota daerah sasaran program untuk berpartisipasi. Selain itu, ajakan untuk menjadi bagian dari program Sekolah Penggerak juga ditujukan kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, manajemen sekolah, dan guru dari sekolah yang mengembangkan kurikulum satuan pendidikan secara mandiri dan atau menggunakan kurikulum internasional. Lebih lanjut, ajakan juga diserukan kepada pensiunan kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru yang memiliki komitmen untuk memajukan ekosistem pendidikan.

“Kami mengajak para pemangku kepentingan untuk berkontribusi melalui belajar dan berbagi bersama pengawas, kepala sekolah, dan guru di daerah sasaran Program Sekolah Penggerak dalam upaya gotong-royong untuk transformasi pendidikan Indonesia,” demikian disampaikan Iwan di Jakarta, pada Selasa (27/04/2021).

Pelatih ahli akan berperan sebagai pendamping dan pendukung kepala sekolah, guru/pendidik dan pengawas sekolah/penilik, untuk mewujudkan sekolah yang berpusat pada murid. Pelatih Ahli akan mendampingi tiga sampai lima sekolah dalam satu kabupaten, selama minimal satu tahun. Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak juga akan bertugas untuk mendorong kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan sekolah dan pemangku kepentingan di kabupaten.

“Peran pelatih ahli akan mengembangkan kompetensi, komunitas praktisi, dan melakukan monitoring kemajuan pembelajaran kepala sekolah, pengawas sekolah/penilik, dan guru/pendidik di sekolah pelaksana program sekolah penggerak,” ujar Iwan.

Iwan melanjutkan, pelatih ahli ini hadir menjadi teman belajar yang penuh inspirasi dan tempat konsultasi untuk menjadikan sekolah lebih berpihak kepada murid. “Bagaimanapun kondisi sekolah, kepala sekolah, guru, dan para pemangku kepentingan di sekolah maupun sekitar sekolah harus terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi anak-anak Indonesia,” tutur Iwan.

Seleksi untuk Mendapatkan Pelatih-Pelatih Terbaik

Program Sekolah Penggerak merupakan program transformasi sekolah yang fokus pada pengembangan SDM sekolah, mulai dari siswa, guru, sampai kepala sekolah yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Program Merdeka Belajar Episode Ketujuh ini telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dan turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori, dan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda pada 1 Februari 2021 lalu sebagai salah satu program untuk mewujudkan visi transformasi pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk mencapai pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Adapun rekrutmen ini akan menyaring 700 pelatih ahli dengan kualifikasi terbaik untuk bersama memberikan dampak bagi cita-cita besar pendidikan Indonesia. Pendaftaran dan rekrutmen tahap pertama pelatih ahli program Sekolah Penggerak mulai dibuka pada 23 April s.d. 5 Juni 2021, yang terdiri dari pengisian biodata diri, pengisian esai, dan seleksi administrasi. Selanjutnya, pada tahap kedua yaitu pada 28 Juni s.d. 2 Juli 2021 akan meliputi simulasi melatih dan wawancara. Setelah itu akan ada unggah surat kesehatan dan bimbingan teknis kepada yang lolos seleksi tahap kedua. Tahap terakhir adalah pengumuman dan penetapan hasil seleksi pelatih ahli angkatan pertama pada sekitar Agustus 2021.

Berikut informasi mengenai rekrutmen pelatih ahli program Sekolah Penggerak.

Kriteria Umum:

  1. Warga negara Indonesia.
  2. Berasal dari unsur (i) akademisi; (ii) praktisi pendidikan; (iii) widyaiswara; (iv) pengawas sekolah di 111 kabupaten/kota daerah sasaran program, (v) kepala sekolah, wakil kepala sekolah, manajemen sekolah, dan guru dari sekolah yang mengembangkan kurikulum satuan pendidikan secara mandiri dan atau menggunakan kurikulum internasional; (vi) pensiunan kepala sekolah, pengawas sekolah/penilik, widyaiswara, dan guru/pendidik.
  3. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan sehat dari dokter setelah lolos seleksi tahap 2.
  4. Pada saat mendaftar usia minimal 30 (tiga puluh) tahun dan maksimal 65 (enam puluh lima) tahun.
  5. Memiliki pengalaman melakukan pendampingan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah minimal 2 (dua) tahun.
  6. Terbiasa dengan teknologi (internet dan aplikasi).
  7. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan.
  8. Memiliki komitmen, semangat perbaikan berkelanjutan, jiwa kolaborasi dan terbuka pada hal-hal baru.
  9. Bersedia melakukan kunjungan lapangan sebanyak 4-6 kali dalam setahun.
  10. Tidak memiliki peran sebagai asesor pada Guru Penggerak atau program Sekolah Penggerak.
  11. Mengisi pakta integritas.

Jadwal Pendaftaran Pelatih Ahli:

  • Pembukaan pendaftaran Calon Pelatih Ahli: 27 April - 5 Juni 2021.
  • Seleksi Tahap I (registrasi, esai, biodata diri): 27 April - 5 Juni 2021.
  • Seleksi Tahap II (simulasi melatih, wawancara): 28 Juni - 2 Juli 2021
  • Bimbingan teknis Peran Pelatih Ahli: 3-26 Agustus 2021.
  • Pengumuman dan Penetapan Pelatih Ahli: September 2020.
  • Pelaksanaan Pendampingan Program Sekolah Penggerak: 5 Oktober - 31 Agustus 2020.

Informasi pendaftaran Pelatih Ahli ini dapat dilihat lebih lanjut pada laman berikut https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/programsekolahpenggerak

pauddikdasmen.kemdikbud.go.id

Pontianak - LPMP Kalbar - Modis  Pisan  merupakan sebuah  inovasi  kreatif yang dikembangkan oleh PPPPTK  IP A untuk  membakar semangat peserta  didik  untuk  mempelajari sains  secara  instan dengan  konsep  edusaintment (edukasi sains dan entertainment) dengan  cara menarik, unik, dan   menyenangkan.   
Dalam    pelaksanaannya, @p4tkipa.kemdikbud   bekerjasama   dengan    @lpmpkalbar dan Duta  Sains  Kalimantan Barat akan mengadakan kegiatan  Pelaksanaan Penguatan Literasi Sains  Siswa  melalui Inovasi Layanan Modis Pisan  kepada  50 siswa jenjang  SD, 50 siswa.jenjang SMP dan 50 siswa SMAsecara  daring dan dapat di tonton secara langsung melalui Youtube LPMP Kalimantan Barat.
Bentuk  kegiatannya adalah  demonstrasi sains  dan pemutaran film yang  diharapkan dapat  meningkatkan minat  siswa  dan motivasi serta  rasa keingintahuan terhadap  sains.  
Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2021 untuk jenjang SMP, 4 Mei 2021 untuk jenjang SMA dan 5 Mei 2021 untuk jenjang SD.

#LPMPKalbar #CiptakanInovasi #AsesmenKompetensiMinimum #AKM
#kemendikbud #LPMPKalBar #LPMP #unitlayananterpadu #PertahankanWBK #RaihWBBM #LPMPKalbarMenujuWBBM #WilayahBersihBebasMelayani #LembagaPenjaminanMutuPendidikan #gurupenggerak #PendidikanProfesiGuru #sertifikasiguru #GuruHonorer #GuruPPPK #SekolahPenggerak

Video

Jumat, 23 April 2021 14:47

Prakurasi Inovasi Produk dan Layanan Lembaga

Written by

Pontianak - LPMP Kalbar - Pandemi tak menyurutkan semangat kami untuk membangun integritas melalui inisiasi. Inisiasi yang disertai aksi. Aksi nyata meningkatkan citra instansi. Salah satunya melalui kegiatan Prakurasi Inovasi Produk dan Layanan Lembaga.

@lpmpkalbar membuka seluas-luasnya ide dan masukan guna mengembangkan layanan sehingga bermanfaat bagi masyarakat pendidikan. Dengan mengenalkan branding tematik untuk setiap inovasi, kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat cita rasa lokal menuju layanan prima di setiap lini.

Kegiatan dibuka oleh kepala @lpmpkalbar, Asep Sukmayadi, M.Si sebagai inisiator dan motivator agar setiap karyawan mempunyai mental antikendor. Semangat komunikatif, kreatif dan aktif perlu dijaga sebagai mesin penggerak lembaga.

Di masa depan inisiasi ini bisa menjadi cikal bakal katalog produk dan layanan unggulan. Dengan mengedepankan semangat antikorupsi, transparansi dan menjunjung integritas tinggi bagi seluruh staf dan pimpinan.

Dari identifikasi yang telah dikumpulkan terdapat 21 inovasi. Ada yang sudah dilaksanakan, ada yang dalam tahap pengembangan, ada juga yang baru tahap ide dan konsep menuju pewujudan.

Kami sedang bersemangat. Mempertahankan predikat ZI-WBK dengan tekad bulat. Karenanya sinergi dan kolaborasi perlu dibudayakan secara erat. Dampingi dan dukung kami untuk terus berbenah dini dan berinovasi.



#LPMPKalbar #CiptakanInovasi #AsesmenKompetensiMinimum #AKM
#kemendikbud #LPMPKalBar #LPMP #unitlayananterpadu #PertahankanWBK #RaihWBBM #LPMPKalbarMenujuWBBM #WilayahBersihBebasMelayani #LembagaPenjaminanMutuPendidikan #gurupenggerak #PendidikanProfesiGuru #sertifikasiguru #GuruHonorer #GuruPPPK #SekolahPenggerak

Halaman 1 dari 2